Keselamatan Sederhana (Jelajah PL 726)

Ulangan 30:9-20

Tuhan mengingatkan melalui Musa bahwa firman Tuhan yang diberikan ini tidak sulit untuk dilakukan. Paulus mengutip bagian ini di dalam Roma 10:6-8. Firman yang disampaikan di dalam Ulangan itu adalah Yesus. Roma 6:8 menyatakan, “Tetapi apakah katanya? Ini: Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah firman iman, yang kami beritakan.” Orang akan diselamatkan ketika mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati bahwa Tuhan telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.

Ini adalah kabar baik untuk semua orang. Keselamatan itu sangat sederhana dan tidak sulit untuk dilakukan. Berbeda dengan kepercayaan lain, karena selalu ada usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan keselamatan. Ada banyak hal yang perlu dilakukan, seringkali membuat orang merasa tidak sanggup untuk mendapatkan keselamatan itu.

Orang di masa Perjanjian Lama bisa diselamatkan dengan beriman kepada Tuhan. Meskipun Tuhan memberikan hukum Taurat serta hukum yang lain, tetapi tidak akan ada orang yang bisa melaksanakan hukum itu dengan tepat. Sebenarnya keselamatan orang di Perjanjian Lama tidak didasarkan pada pelaksanaan hukum Taurat. Jika mereka harus melakukan hukum Taurat dengan tuntas, maka tidak ada orang-orang di Perjanjian Lama yang mendapatkan keselamatan.

Tidak ada seorang pun yang mampu melakukan hukum Taurat dengan sempurna. Tokoh-tokoh besar seperti Abraham, Musa, atau Daud, tidak akan mampu melakukan hukum itu dengan tuntas. Hukum Taurat sebenarnya menggambarkan kekudusan Tuhan, bukan jalan keselamatan. Jalan keselamatan di Perjanjian Lama tetap dengan iman atau percaya. Abraham percaya kepada Tuhan dan itu diperhitungkan sebagai kebenaran.

Di dalam hukum Taurat juga ada solusi. Orang yang melakukan kesalahan atau dosa, bisa mendapatkan pengampunan dengan cara berkorban. Semua korban-korban itu menunjuk kepada Yesus Kristus. Ketika orang-orang di Perjanjian Lama percaya dan beriman kepada Tuhan, maka Tuhan akan menyelamatkannya. Mereka harus beriman bahwa korban-korban yang mereka sampaikan itu mendamaikan mereka.

Korban-korban itu menggambarkan Juruselamat yang dijanjikan oleh Tuhan, yang akan datang untuk menyelamatkan umat manusia. Dengan iman yang sederhana itu, maka mereka diselamatkan. Hukum Tuhan itu masuk akal dan lebih ringan daripada hukum-hukum tahayul yang biasa dipercaya oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Hari ini, keselamatan itu sudah selesai. Kita tinggal menerima keselamatan itu di dalam Yesus Kristus.

Musa memberikan pilihan penting, antara kehidupan dan kematian. Kita bisa memilih untuk menyembah kepada siapa. Ini adalah pilihan paling penting dalam hidup. Bagi orang Israel pilihan itu menentukan apakah mereka akan tetap berada di tanah perjanjian atau binasa. Tanah Perjanjian adalah gambaran keselamatan. Jika kita memilih Yesus Kristus, maka kita akan mendapatkan keselamatan itu.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top