Ulangan 26:16-19
Di pasal ini, sepertinya sudah bagian penutup di kitab Ulangan. Masuk di pasal 27 nanti, sudah bagian lain lagi. Sampai pasal 26, Tuhan mengulang dan mengingatkan semua hukum yang sudah pernah disampaikan. Inilah perjanjian atau peraturan yang sudah disepakati, antara Tuhan dengan bangsa Israel. Jika orang Israel hidup menurut jalan dan peraturan dari Tuhan, maka Tuhan akan membuat mereka menjadi umat kesayangan. Bahkan Tuhan juga berjanji akan mengangkat mereka dari segala bangsa.
Dalam bagian penutup ini, Musa menekankan bahwa firman Tuhan tidak boleh dianggap sebagai suara yang berlalu begitu saja. Semua ini adalah peraturan yang harus dilakukan dengan ketaatan. Ketaatan itu tidak boleh ditunda. Ketetapan dan peraturan itu harus dilakukan dengan segenap hati dan jiwa. Artinya, ketaatan kepada Tuhan tidak dilakukan hanya sebagai formalitas saja. Tuhan menginginkan ketaatan itu sebagai penyerahan total umat Israel pada perjanjian Tuhan.
Bangsa Israel bukan hanya mengenal Tuhan secara umum. Bangsa Israel harus mengakui Tuhan secara pribadi, karena mereka adalah umat pilihan Tuhan. Ketika mereka mengakui Tuhan, tidak sebatas hanya pengakuan lisan. Pengakuan itu harus ditunjukkan dalam perilaku hidup mereka, disertai dengan sikap tunduk dan patuh. Iman di dalam Perjanjian lama dinyatakan dalam kehidupan nyata.
Di sisi lain, bukan hanya umat Israel yang harus mengakui Tuhan, tetapi Tuhan juga mengakui umat itu sebagai milik kesayangan-Nya. Bagian ini terletak keindahan relasi perjanjian antara Tuhan dengan umat Israel. Umat kesayangan adalah identitas khusus yang diberikan kepada bangsa Israel. Istilah umat kesayangan menunjukkan nilai, pilihan, dan kasih khusus dari Tuhan. Israel dipilih bukan karena jumlah dan kehebatan mereka, tetapi karena kasih dan kesetiaan Tuhan.
Status istimewa ini tidak sembarangan. Karena bangsa Israel menjadi milik kesayangan Tuhan, maka mereka dipanggil untuk memelihara semua perintah-Nya dan mengajarkan kepada bangsa lain. Identitas dan tanggung jawab itu berjalan beriringan. Identitas istimewa tidak meniadakan tuntutan ketaatan, tetapi identitas itu menjadi dasar bagi ketaatan. Sama dengan kita pada saat ini, setelah kita menjadi percaya kepada Tuhan, kita disebut sebagai anak Tuhan. Status sebagai anak Tuhan ini yang menjadi dasar kita hidup taat.
Tujuan lain bangsa Israel dipilih, untuk memuliakan Tuhan melalui kehidupan mereka yang terpuji, ternama, dan terhormat, melebihi bangsa lain. Bangsa Israel menjadi umat yang kudus bagi Tuhan. Bangsa yang kudus artinya bangsa yang dipisahkan bagi Tuhan. Hidupnya akan berbeda dengan bangsa lain, karena telah menjadi milik Tuhan. Bangsa Israel harus menunjukkan bahwa hidup di bawah pemerintahan Tuhan akan menghasilkan kehidupan yang berbeda.
Secara teologis, bagian akhir dari pasal ini menunjukkan beberapa hal: Ketaatan adalah respon terhadap perjanjian, bukan alat untuk memaksa Tuhan menerima umat-Nya; Identitas umat Tuhan selalu berkaitan dengan kekudusan hidup; Tujuan akhir umat pilihan Tuhan adalah memuliakan Tuhan melalui kehidupan yang berbeda dari bangsa lain.
Views: 0