Sakit Penyakit (Jelajah PL 717)

Ulangan 28:16-22

Kutukan-kutukan yang terjadi pada orang Israel, berbanding terbalik dengan berkat-berkat yang sudah dipersiapkan dan dijanjikan oleh Tuhan. Beberapa hal yang dicatat dalam kutuk: kutukan tentang tempat tinggal, dalam hal pekerjaan, dalam hal buah kandungan, dalam hal aktivitas, dll. Jika bangsa Israel tidak mau menaati Tuhan, mereka juga akan menjadi contoh bagi bangsa lain terhadap kedahysatan kutukan Tuhan.

Ada orang-orang yang karena ketidaktaatan mereka, akan menjadi contoh yang negatif, supaya tidak diikuti. Misalnya Firaun, yang terus mengeraskan hatinya, dijadikan contoh untuk mendatangkan tulah-tulah di Mesir. Bahkan semua kutuk yang tertulis di pasal ini, pernah terjadi dan digenapi dalam perjalanan sejarah Israel.

Di ayat 20, dengan tegas Tuhan berkata, “Tuhan akan mendatangkan kutuk, huru-hara dan penghajaran ke antaramu dalam segala usaha yang kaukerjakan, sampai engkau punah dan binasa dengan segera karena jahat perbuatanmu, sebab engkau telah meninggalkan Aku.” Penghukuman orang yang tidak berada di pihak Tuhan sangat dahsyat. Karena itu, lebih baik kita memilih untuk tetap berada di pihak Tuhan.

Kutukan lain yang dicatat di sini, antara lain: penyakit sampar, batuk kering, demam, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum. Sakit penyakit menjadi salah satu cara yang dipakai oleh Tuhan untuk menghukum manusia. Penyakit sampar pernah dipakai oleh Tuhan di Mesir. Termasuk kepada orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan, penyakit juga digunakan untuk mendisiplinkan.

Di dalam 1 Korintus 11, ketika jemaat memandang rendah Perjamuan Tuhan, digunakan untuk kesombongan, Tuhan menghukum mereka dengan penyakit dan kematian. Di ayat 29-30 dikatakan, “Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.”

Dalam hal ini kita juga perlu berhati-hati, karena tidak semua sakit penyakit adalah hukuman dari Tuhan. Jika kita sudah percaya kepada Yesus dan mengalami sakit penyakit, kita harus memeriksa diri kita. Jika memang kita melakukan kesalahan secara rohani, kita bisa meminta ampun kepada Tuhan. Tetapi penyakit juga bisa karena kesalahan fisik, misalnya kita tidak memiliki pola hidup yang sehat. Bisa saja Tuhan mengizinkan orang percaya mengalami sakit, karena ada banyak tujuan.

Misalnya, Ayub diizinkan Tuhan untuk menderita sakit, meskipun Ayub tidak melakukan kesalahan fatal. Rasul Paulus juga memiliki kelemahan dalam tubuh yang tidak sembuh. Trofimus tercatat juga mengalami sakit, dan ditinggalkan oleh Paulus di Miletus. Penyakit diizinkan bisa juga bertujuan untuk memurnikan motivasi hidup dan karakter kita. Penyakit bahkan bisa dipakai untuk membuat kita benar-benar bergantung pada Tuhan.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top