Ulangan 28:15
Saat ini, sebagai orang percaya, kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Segala berkat rohani ada di dalam Yesus Kristus. Di dalam Efesus 1:7-8, 11 dikatakan, “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Aku katakan ‘di dalam Kristus’, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan…”
Di dalam Efesus 2:6-7 dikatakan, “dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.”
Semua berkat ada di dalam Yesus Kristus. Ketika kita berada di dalam Yesus Kristus, kita akan mendapatkan semua itu. Berkat tidak berdasarkan kemampuan manusia, tetapi berdasarkan kasih karunia. Sebagai manusia, kita tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan semuanya itu dengan usaha sendiri. Artinya, yang paling penting bukan berkat Tuhan, tetapi hidup kita berada di dalam Kristus.
Untuk bisa hidup di dalam Kristus, Filipi 3:9 menjelaskan, “dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” Kita berada dalam Kristus melalui iman. Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu melalui iman kepada Yesus Kristus.
Kita bisa menikmati berkat-berkat di dalam Yesus Kristus, sesuai kedekatan kita dengan Dia. Berkat-berkat Tuhan akan terasa ketika kita mengucap syukur kepada-Nya. Pada saat kita di dalam Yesus Kristus, status kita menjadi anak Tuhan. Ketika kita mulai melakukan pelanggaran dan ketidaktaatan, Tuhan biasanya akan mendisiplinkan kita. Status anak Allah juga membawa tanggung jawab yang besar, karena mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan status baru itu.
Memang tidak mudah untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri pada saat kita memiliki status sebagai anak Tuhan. Terbukti hari ini banyak orang percaya yang tidak bisa bertumbuh dengan baik secara iman. Mereka mengaku Kristen tetapi tidak bisa mengucap syukur. Banyak hal yang masih mempengaruhi hidupnya dengan tidak baik, seperti pengaruh kedagingan atau pengaruh buruk dari dunia ini. Jika pengaruh dunia dan kedagingan itu sangat kuat, maka mereka tidak akan bisa merasakan atau menyadari berkat Tuhan yang tersedia dengan berlimpah itu. Pada prinsipnya, berkat sudah menjadi milik orang percaya.
Sama seperti Israel, Tuhan akan mengutuk bangsa itu jika mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan, tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Tuhan. Hari ini kita sudah tidak hidup di bawah kutuk. Tetapi kita tetap memiliki tanggung jawab untuk menaati Tuhan, karena keselamatan yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Views: 0