Ulangan 28:7-14
Ketika bangsa Israel takut dan taat kepada Tuhan, mereka akan mendapatkan kemenangan saat perang. Kemenangan itu didapatkan dengan cara yang tidak biasa. Secara manusia dan strategi perang, orang Israel kalah jauh. Tetapi pada waktu peperangan, mereka bisa menang dengan hebat, karena sebenarnya Tuhan yang berperang bagi mereka. Ketika hal itu terjadi, bahkan bangsa Israel tidak ada yang mati menjadi korban perang.
Strategi peperangan Israel tidak pernah ditiru oleh bangsa lain, karena memang tidak ada strategi yang masuk akal. Ketika bangsa Israel taat kepada Tuhan, kemenangan terjadi karena Tuhan. Pada saat bangsa Israel kalah perang karena ketidaktaatan mereka, bangsa lain juga tidak bisa belajar dari kekalahan itu. Meskipun dengan strategi yang matang, bangsa Israel tetap kalah karena Tuhan sedang menghukum mereka.
Tanpa pengenalan yang benar tentang Tuhan, semua yang ada akan menjadi sia-sia. Tuhan menginginkan bangsa Israel memiliki hubungan yang istimewa dengan Dia. Israel menjadi umat kesayangan Tuhan. Tuhan akan memberkati bangsa Israel di tanah yang sudah dijanjikan oleh Tuhan, dengan sumpah kepada nenek moyang mereka. Jika bangsa Israel terbuang di tanah itu atau terjajah di tanah itu, menjadi tanda Tuhan sedang menghukum mereka.
Tuhan berjanji akan memberikan hujan bagi Israel di tanah perjanjian. Tanah di Kanaan berbeda dengan kondisi tanah di Mesir. Di Mesir tidak selalu ada hujan, tetapi ada sungai Nil. Sungai ini yang dimanfaatkan oleh orang Mesir untuk bertani dan berkebun. Mereka membuat irigasi, untuk mengalirkan air ke tempat pertanian mereka. Sedangkan Kanaan memiliki struktur gunung dan bukit. Sulit membuat irigasi alami, sehingga mengandalkan air hujan.
Ketika bangsa Israel taat kepada Tuhan, maka Tuhan berjanji akan memberikan hujan yang cukup bagi mereka. Hari ini, jika kita melihat di media sosial, tanah Israel itu sebagian besar tandus dan kering. Hal itu terjadi karena mereka tidak taat kepada Tuhan dan sudah banyak menyimpang dari kebenaran Tuhan. Kondisi seperti ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Karena itu, dengan teknologi modern, mereka mengubah air laut menjadi air tawar, untuk keperluan mereka sehari-hari.
Tuhan menjadikan bangsa Israel sebagai kepala, bukan ekor. Tuhan hendak menjadikan Israel sebagai bangsa yang dihormati, diberkati, dan menjadi pemimpin, dengan syarat mereka taat kepada Tuhan. Posisi kepemimpinan Israel di antara bangsa-bangsa lain bergantung pada kesetiaan mereka kepada Tuhan, bukan pada kekuatan militer dan politik.
Tetapi, godaan untuk menyimpang dari Tuhan sangat besar. Pengaruh penyembahan berhala dari bangsa-bangsa di Kanaan menjadi persoalan besar. Saat Israel masuk ke tanah Kanaan, mereka berhadapan dengan penyembahan berhala, ritual, dan dewa dewi asing yang sangat memikat. Ketika mereka menyimpang ke kanan dan ke kiri, mereka sedang melanggar perjanjian Tuhan.
Views: 15