Perang Melawan Kedagingan (Jelajah PL 707)

Ulangan 25:11-19

Ada aturan unik, yaitu tidak diperbolehkan untuk melukai kemaluan orang lain, meskipun dalam kondisi saling berkelahi. Pada saat ini, peraturan ini juga dilakukan dalam pertandingan-pertandingan olahraga, terutama olahraga bela diri. Tidak diperbolehkan untuk menyentuh, memukul, atau bahkan melukai alat kelamin. Ketika melakukan hal itu, maka dianggap melakukan kecurangan dan bisa didiskualifikasi.

Tuhan juga kembali mengingatkan supaya orang Israel dan orang percaya hari ini untuk melakukan transaksi dengan jujur. Kita tidak diperbolehkan untuk bermain curang dalam segala hal, terutama dalam hal jual beli. Orang percaya seharusnya berusaha untuk menjalani hidup dengan jujur. Perdagangan itu memang mencari untung, tetapi tidak perlu dilakukan dengan curang atau tidak jujur. Orang rela untuk membeli atau membayar sesuatu, karena memang mereka perlu. Karena itu, mengambil keuntungan itu wajar.

Orang menjual dengan tidak jujur, salah satu caranya dengan menggunakan timbangan yang tidak sesuai atau ukuran yang tidak benar. Orang Israel diharuskan menggunakan batu timbangan yang utuh dan tepat. Dengan kejujuran itu, maka Tuhan memberi berkat, yaitu lanjut umur di tanah yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka. Sedangkan orang yang melakukan kecurangan, mereka akan menjadi kekejian bagi Tuhan.

Tuhan mengingatkan bangsa Israel terhadap orang Amalek. Amalek adalah satu bangsa atau suku dari keturunan Esau. Di dalam Kejadian 36:12 dikatakan, “Timna adalah gundik Elifas anak Esau, ia melahirkan Amalek bagi Elifas. Itulah cucu-cucu Ada istri Esau.” Esau adalah saudara kembar Yakub. Esau atau Edom melambangkan kedagingan manusia. Amalek adalah keturunan Esau yang paling banyak berperang melawan Israel.

Sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, Tuhan mengingatkan bangsa Israel terhadap perlakuan mereka pada waktu bangsa Israel melakukan perjalanan keluar dari tanah Mesir. Hal ini tercatat di dalam Keluaran 17:8 dst, orang Amalek berperang melawan Israel di Rafidim. Mereka langsung menyerang Israel dari bagian belakang, bagian Israel yang lemah. Pada waktu itu Yosua yang memimpin perang, karena Musa bersama dengan Harun dan Hur naik ke puncak bukit.

Pada saat Musa mengangkat tangannya, Israel menang. Tetapi sebaliknya, setiap kali tangan Musa capek dan diturunkan, Amalek yang menang. Akhirnya Harun dan Hur menopang tangan Musa supaya terus terangkat. Atas peristiwa ini, maka Tuhan berkata akan berperang melawan Amalek turun temurun (ayat 16). Tuhan akan menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit.

Pernyataan Tuhan ini digenapi di zaman raja Saul. Tetapi pada waktu itu Saul tidak memusnahkan semua orang Amalek. Karena itulah, Tuhan menolak Saul. Setelah itu, Tuhan memberi perintah kepada Samuel untuk mengurapi Daud sebagai raja Israel. Sama dengan peperangan antara Israel dengan Amalek, kita juga akan terus berperang dengan kedagingan kita. Peperangan itu tidak akan ada habisnya, sampai kita mati.

Views: 15

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top