Pengorbanan Satu Kali (Jelajah PL 728)

Ulangan 31:2

Bagi orang percaya, kematian seharusnya bukan peristiwa yang menakutkan. Di dalam Ibrani 2:14-15 dikatakan, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”

Jika kita takut kepada maut, sebenarnya kita sedang diperhamba. Hidup ini akan seolah-olah hanya untuk menghindari maut. Bukan berarti orang Kristen yang tidak takut mati itu sedang mencari kematian. Tetapi, seharusnya kita tidak dikendalikan oleh ketakutan kepada maut. Jika Tuhan mengizinkan kita mati bagi Dia, kita sebenarnya juga tidak perlu takut terhadap hal itu. Orang yang berani mati untuk Tuhan, seharusnya juga berani hidup bagi Tuhan.

Tuhan sudah berfirman kepada Musa bahwa sungai Yordan itu tidak akan diseberangi oleh Musa. Tentu Musa sangat sedih dengan perkataan ini. Musa tentu sangat merindukan untuk bisa membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Tetapi Musa memang tidak bisa dan tidak diperkenankan masuk ke tanah Kanaan. Musa pernah melakukan kesalahan yang tercatat di dalam Bilangan 20. Pada waktu itu bangsa Israel kembali bersungut-sungut kepada Tuhan, karena mereka kekurangan air.

Tuhan berfirman kepada Musa supaya pergi kepada batu karang dan berbicara dengan batu, supaya batu itu mengeluarkan air. Tetapi, karena Musa sedang marah kepada orang Israel, maka Musa memukul batu itu dengan tongkatnya. Kesalahan dilakukan Musa sepertinya sangat sederhana, tetapi hukumannya sangat berat bagi Musa. Karena itu, kita harus memahami maksud Tuhan terhadap semua peristiwa ini.

Musa sedang menggambarkan sesuatu yang besar. Musa sedang merusak gambaran Yesus Kristus. Batu karang itu sebenarnya melambangkan Yesus Kristus. Yesus Kristus yang akan menyediakan air kehidupan bagi kita. Untuk menyediakan air kehidupan itu, Yesus Kristus harus disalibkan. Sebelum itu, Musa pernah memukul batu yang mengeluarkan air. Tuhan Yesus tidak boleh disalibkan (dipukul) untuk kedua kalinya. Jika kita memerlukan Yesus lagi, kita hanya perlu berbicara dengan iman.

Kematian Yesus Kristus sudah terjadi dan penyelamatan itu sudah selesai. Setelah itu, yang diperlukan bukan lagi kematian Yesus Kristus yang kedua, tetapi pernyataan iman atau percaya kepada Yesus Kristus. Pernyataan iman itu berasal dari dalam hati dan mengaku dengan mulut. Untuk mengalirkan air di batu yang kedua, Musa hanya perlu berbicara saja, tidak perlu memukul batu itu.

Ibrani 9:28 dikatakan, “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top