Ulangan 31:17-30
Bagi orang yang mati di luar Tuhan, tidak ada damai dan peristirahatan bagi mereka. Di dalam Yesaya 48:22 dikatakan, “Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!, firman TUHAN.” Ketika mereka mati, mereka tidak beristirahat, tetapi masuk ke dalam penghukuman. Bagi orang yang berada di dalam Tuhan, kita patut mengucap syukur, karena Tuhan menyatakan pekerjaan kita sudah selesai dan mendapatkan istirahat dari jerih lelah.
Jika kita sudah bekerja sepanjang hari, biasanya kita akan beristirahat dan tidur nyenyak di malam hari. Tidur seringkali menjadi gambaran dari kematian. Musa mendapatkan kesempatan untuk beristirahat. Setelah itu Tuhan bernubuat bahwa bangsa Israel akan berzinah mengikuti ilah asing yang ada di negeri itu. Mereka akan meninggalkan Tuhan dan mengingkari perjanjian Tuhan.
Nubuatan ini sering dipakai oleh kaum liberal, yaitu orang Kristen yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka berkata bahwa hukum Taurat ini tidak ditulis oleh Musa. Mereka percaya kepada teori evolusi, menganggap bahwa manusia zaman dahulu itu bodoh. Mereka beranggapan bahwa di zaman Musa, belum ada manusia yang bisa menulis dan membaca. Tetapi argumentasi mereka terpatahkan karena ditemukan bahwa orang-orang di zaman sebelum Musa, sudah mengenal tulisan.
Mereka meragukan bahwa kitab ini ditulis oleh Musa karena semua yang dinubuatkan di kitab tersebut benar-benar terjadi. Semuanya digenapi, sehingga kaum liberal menganggap bahwa semua peristiwa itu ditulis setelah kejadian. Misalnya, tentang pembuangan ke Babel, mereka berargumentasi bahwa kelima kitab awal itu ditulis setelah pembuangan.
Di sisi lain, ada teologi yang menyatakan bahwa Tuhan sudah menetapkan segala-galanya sejak semula. Mereka berani berkata bahwa dosa pun sudah ditetapkan oleh Tuhan sejak awal. Semua keputusan manusia itu juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Secara umum bisa disimpulkan bahwa teologi ini menganggap manusia seperti wayang atau boneka yang dimainkan oleh Tuhan, sebagai sutradaranya.
Teologi ini juga cukup aneh. Jika Tuhan sudah menetapkan semuanya, seharusnya Tuhan tidak perlu marah ketika ada orang tidak lagi percaya kepada Tuhan. Jika mengikuti teologi ini, jika ada orang yang tidak percaya kepada Tuhan, maka semua itu sudah ditetapkan oleh Tuhan. Baik teologi liberal maupun teologi penetapan (predestinasi), kita perlu berhati-hati terhadap pengajaran-pengajaran seperti itu.
Dalam mengajarkan hukum Taurat, Musa menuliskan nyanyian. Nyanyian ini tercatat di pasal 32. Musa menubuatkan, setelah Musa mati, orang Israel akan berlaku sangat busuk dan menyimpang dari jalan yang telah diperintahkan kepada mereka. Ketika orang Israel menyimpang, maka malapetaka akan menimpa mereka. Perbuatan jahat orang Israel akan membuat dampak negatif yang besar bagi kondisi bangsa itu.
Views: 0