Ulangan 31:12-16
Pembacaan hukum Taurat di depan seluruh orang Israel sepertinya jarang sekali dilakukan. Peristiwa ini muncul di dalam 2 Tawarikh 17:9, “Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.” Peristiwa ini terjadi di zaman raja Yosafat, sekitar tujuh ratus tahun setelah zaman Yosua. Itupun tidak persis seperti yang diperintahkan oleh Musa.
Musa memberi perintah supaya kitab Taurat itu dibacakan di depan seluruh orang Israel pada hari raya Pondok Daun. Pada saat perayaan itu, seharusnya mereka sedang berkumpul di Yerusalem. Peristiwa ini terjadi lagi di zaman Yosia, dalam 2 Tawarikh 34:30, “Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN bersama-sama semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, para imam, orang-orang Lewi, dan seluruh orang awam, baik yang besar maupun yang masih kecil. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu.”
Firman Tuhan itu dibacakan setelah ditemukan kembali. Kitab Taurat itu sudah diabaikan di masa raja-raja sebelumnya, tetapi Tuhan tetap memeliharanya. Seharusnya perintah ini dilakukan setiap tujuh tahun. Tetapi orang Israel tidak melakukan sesuai dengan ketentuan. Hal ini menjadi penyebab bangsa Israel selalu jatuh bangun. Mereka seringkali menyimpang dari Tuhan, karena mereka tidak membaca dan memahami firman Tuhan.
Firman Tuhan menjadi penting bagi kehidupan umat Tuhan, termasuk kehidupan orang Kristen masa kini. Kita sebaiknya tidak asal membaca, tetapi belajar memahami serta melakukan setiap hari. Situasi di zaman Israel tentu berbeda dengan situasi di zaman sekarang. Kita seharusnya membaca dan memahami setiap hari, bukan tujuh tahun sekali. Bangsa Israel membaca firman setiap tujuh tahun karena pada waktu itu belum ada buku. Hukum Taurat masih dalam bentuk gulungan-gulungan kitab yang besar.
Saat ini kita lebih mudah untuk mendapatkan Kitab Suci. Bahkan kita bisa membacanya melalui media elektronik seperti HP. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak membaca firman Tuhan, karena aplikasi Kitab Suci bisa kita dapatkan dengan sangat mudah dan gratis. Kita hari ini bisa malas membaca firman Tuhan karena memang tidak memiliki niat dan tidak mau menyediakan waktu untuk membacanya.
Dalam proses pergantian kepemimpinan, Tuhan memberi perintah supaya Musa dan Yosua pergi ke Kemah Pertemuan dan berdiri di sana. Tuhan sengaja melakukan ini, untuk menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan ini adalah kehendak Tuhan, bukan kehendak Musa atau Yosua. Tiba saatnya, setelah bekerja dan melayani, ia mendapatkan perhentian. Bagi orang yang mati di dalam Tuhan, perhentian ini benar-benar peristirahatan.
Di dalam Wahyu 14:13 dikatakan, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”
Views: 0