Ulangan 29:5
Mengenai mujizat, banyak orang sudah terpengaruh untuk mencarinya. Banyak orang bukan hanya mencari mujizat, tetapi juga ingin mendapatkan karunia mujizat. Orang-orang yang menganggap diri memiliki karunia mujizat, akan memiliki potensi untuk lebih terkenal dari pada Yesus. Rasul-rasul mendapatkan karunia mujizat, bukan untuk penginjilan, tetapi sebagai peneguhan atau meterai bahwa mereka benar-benar saksi Kristus. Mereka memiliki otoritas untuk menulis firman Tuhan.
Tuhan Yesus dan para rasul tidak pernah gagal pada saat melakukan mujizat, baik terhadap orang beriman maupun tidak beriman. Mujizat masih ada dan berlaku sampai hari ini. Tetapi karunia melakukan mujizat, hanya Yesus dan para rasul yang memilikinya. Selain Yesus dan para rasul, tidak ada yang mendapatkan karunia mujizat. Jika ada orang berdoa dan disembuhkan, tidak berarti bahwa dia memiliki karunia mujizat, tetapi karena Tuhan mengabulkan doanya.
Orang yang memiliki karunia mujizat, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Bahkan tanpa berdoa sekalipun, orang yang memiliki karunia mujizat akan bisa menyembuhkan orang atau melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Orang seperti ini tidak ada lagi di zaman ini. Orang yang bisa melakukan hal seperti ini hanya Yesus dan para rasul-Nya. Paulus, sapu tangannya dibawa ke mana-mana dan bisa menyembuhkan orang sakit. Petrus memiliki bayangan yang bisa menyembuhkan orang.
Mujizat tidak serta merta membuat orang memiliki iman. Jika ada, kemungkinan itu sangat kecil. Di dalam Lukas 16 ada kisah seorang kaya dengan Lazarus. Karena orang kaya itu sangat menderita, maka dia mohon kepada Abraham untuk mengirim Lazarus kembali ke rumah orang kaya itu. Abraham berkata bahwa saudara-saudara dari orang kaya itu memiliki kesaksian Musa dan para nabi.
Orang kaya ini memiliki konsep yang sama dengan kebanyakan orang sekarang. Dia berkata di ayat 30, “Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.” Tetapi Abraham berkata di ayat 31, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”
Di dalam Yohanes, Tuhan Yesus telah membangkitkan Lazarus yang sudah empat hari mati. Sepertinya Lazarus di dalam Yohanes ini berbeda dengan yang tercatat di dalam Lukas 16. Pada saat Lazarus dibangkitkan, tidak ada orang Farisi yang percaya dan beriman kepada Yesus. Mereka justru berunding untuk membunuh Lazarus, karena Lazarus telah menjadi bukti dan saksi langsung dari mujizat Yesus.
Seperti inilah bentuk kedegilan hati manusia. Mereka secara langsung melihat mujizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Mereka tidak bertobat, tetapi justru ingin melakukan kejahatan. Sama dengan orang Israel di zaman Musa, sudah melihat banyak sekali mujizat yang sangat dahsyat. Hasilnya, sebagian besar dari mereka tetap tidak mau beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak menaruh pengharapan pada mujizat. Mari beriman kepada Tuhan dengan benar.
Views: 0