Menolak Kasih Karunia Tuhan (Jelajah PL 721)

Ulangan 29:4

Meskipun bangsa Israel sudah menyaksikan semua mujizat yang besar, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mau merespon dengan iman. Di dalam Yudas 1:5 dikatakan, “Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.”

Mereka sudah diselamatkan dari perbudakan di Mesir. Penyelamatan itu menjadi gambaran dari penyelamatan kita dari perbudakan dosa. Tetapi, dalam kenyataannya, meskipun mereka sudah diselamatkan dari Mesir, banyak di antara mereka yang tidak mau sungguh-sungguh beriman. Mereka secara fisik diselamatkan dari Mesir, tetapi mereka tidak menerima keselamatan rohani. Padahal, keselamatan rohani lebih penting daripada keselamatan fisik. Mereka tidak merespon dengan iman, karena hati mereka tertutup.

Ayat 4 sering menjadi perdebatan. Di ayat itu dikatakan, “Tetapi sampai sekarang Tuhan tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar.” Untuk mengerti ayat ini, kita perlu melihat ayat-ayat yang lain, sehingga diharapkan bisa mendapatkan kesimpulan yang seimbang. Misalnya, di dalam Ulangan 5:29 dikatakan, “Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!”

Keinginan hati Tuhan adalah supaya hati orang Israel selalu takut dan berpegang pada perintah Tuhan. Jika hati orang itu akhirnya tertutup, bukan karena Tuhan tidak memberikan hati itu, tetapi karena mereka telah menolak kasih karunia Tuhan. Kasih karunia Tuhan itulah yang bisa membuka hati mereka. Di dalam Kisah Para Rasul 7:51, Stefanus berkata, “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.”

Sebelum menyatakan hal itu, Stefanus mengingatkan orang Israel bahwa nenek moyang mereka telah menolak Tuhan di padang gurun. Mereka menentang Roh Kudus, baik nenek moyang mereka maupun bangsa Israel di zaman Stefanus. Jadi, Tuhan tidak memberikan hati yang baru kepada mereka, karena mereka telah menolak kasih karunia Tuhan.

Di dalam Lukas 7:30 dikatakan, “Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.” Ketika ada orang yang binasa, ada yang hatinya tertutup, bukan karena Tuhan enggan membuka hati mereka. Tuhan murka kepada orang Israel karena mereka telah menolak Tuhan.

Sebenarnya Tuhan mau memberikan kasih karunia itu. Tuhan menginginkan manusia bertobat dan mengikuti perintah-perintah-Nya. Ketika manusia bertobat, maka Tuhan akan membuka mata dan telinga mereka. Tetapi, dalam kenyataannya, sering kali manusia menolak Tuhan. Karena manusia memiliki kehendak bebas, maka manusia juga bisa memutuskan untuk menolak Tuhan. Setiap keputusan akan diikuti oleh konsekuensi.

Views: 10

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top