Menjadi Saksi (Jelajah PL 720)

Ulangan 29:1-3

Pasal ini memuat tentang perjanjian. Sebagai manusia, kita bisa melakukan perjanjian dengan sesama manusia. Tokoh-tokok di dalam Alkitab juga seringkali melakukan perjanjian. Tetapi, perjanjian yang penting adalah perjanjian antara Tuhan dengan umat-Nya. Tuhan telah mengadakan perjanjian dengan Israel. Musa menjadi pengantara perjanjian itu. Tuhan pernah mengikat perjanjian di gunung Horeb atau Sinai.

Ulangan 29 memuat perjanjian yang lain. Perjanjian ini dinyatakan di tanah Moab. Pada saat kitab Ulangan ini ditulis, mereka sedang berada di tanah Moab, di sebelah timur sungai Yordan. Mereka sedang bersiap untuk masuk ke tanah Kanaan. Generasi lama, generasi yang keluar dari tanah Mesir di atas usia dua puluh tahun, sudah binasa di padang gurun. Pada saat itu, ada tiga orang yang belum mati, yaitu Musa, Yosua dan Kaleb. Tetapi Musa akan mati sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan.

Pada saat itu, generasi yang tua selain ketiga orang itu, mereka sudah berusia enam puluh tahun. Generasi ini mengetahui perjanjian Tuhan yang dilakukan di gunung Sinai. Tetapi keturunan mereka yang pada saat itu berumur empat puluh tahun ke bawah, mereka belum mengetahui sepenuhnya isi perjanjian di Sinai. Karena itu, kitab Ulangan ini ditulis untuk mengingatkan mereka yang pernah mengetahui perjanjian itu, juga mengajar mereka yang tidak mengetahui perjanjian itu.

Selain mengingatkan dan meneguhkan perjanjian pertama, mereka juga akan mendapat perjanjian yang baru. Untuk melakukan hal penting seperti ini, maka seluruh orang Israel harus dikumpulkan dan hadir. Musa mengingatkan kembali segala sesuatu yang sudah dilakukan oleh Tuhan di hadapan mereka, ketika nenek moyang mereka berada di Mesir. Bagi kita pun, mengingat segala sesuatu yang sudah dilakukan oleh Tuhan, tentu sangat penting.

Memang pengalaman kita berbeda dengan pengalaman orang Israel. Tetapi pengalaman orang Israel menjadi tipologi atau gambaran akan hakikat. Kita sebagai orang percaya di zaman ini justru sudah melihat dan memiliki hakikat itu. Penyelamatan Israel dari Mesir adalah gambaran penyelamatan kita dari perbudakan dosa. Jika kita mengingat terus keselamatan yang diberikan oleh Tuhan ini, kita akan menyadari bahwa tidak ada kesulitan yang berarti dalam hidup ini.

Menjadi saksi bagi Tuhan itu sangat penting. Para tua-tua Israel seharusnya menjadi saksi dalam banyak hal. Mereka bisa menjadi saksi tentang penyelamatan Israel dari Mesir. Mereka menjadi saksi akan semua mujizat dan tanda-tanda dari Tuhan. Mereka juga menjadi saksi bagi perjanjian yang sudah dinyatakan oleh Tuhan di gunung Sinai. Seorang saksi akan menyatakan semua yang dilihat dan dialami secara pribadi.

Pada saat ini, kita seharusnya juga menjadi saksi akan semua yang sudah kita alami dan rasakan di dalam Yesus Kristus. Kita bisa bersaksi tentang keselamatan yang kita dapatkan. Menjadi saksi sebenarnya sederhana, dengan cara menceritakan semua yang kita alami bersama Yesus. Kita bisa menceritakan kisah kita, perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru, perubahan dari orang yang berdosa menjadi orang yang bertobat.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top