Ulangan 28:41-68
Israel akan menjadi tanda bagi semua bangsa, baik saat taat kepada Tuhan maupun saat tidak taat. Ketika mereka taat, mereka akan menjadi tanda yang positif. Jika mereka tidak taat kepada Tuhan, mereka akan menjadi tanda negatif. Bukan hanya hasil panen yang tidak mereka dapat, jika mereka tidak taat kepada Tuhan. Bahkan orang asing yang ada di tengah-tengah mereka, akan memiliki kuasa yang lebih tinggi, sedangkan bangsa Israel akan direndahkan.
Jika kita membaca semua nubuatan negatif ini, maka kita bisa menilai kebodohan bangsa Israel. Mereka telah menukarkan Tuhan yang sejati dengan patung-patung yang mati dan tidak berdaya. Kebodohan ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh orang Israel pada waktu itu. Pada saat ini, ternyata banyak juga orang tidak mau mengenal Tuhan, tidak mau ingat Tuhan, dan tidak mau taat kepada Tuhan. Mereka lebih mementingkan urusan sendiri.
Yesus datang dengan memberikan kuk yang ringan. Kita tinggal taat kepada Tuhan. Sebenarnya, ketaatan itu sangat sederhana. Hanya saja, manusia tidak mau melakukannya dengan konsisten. Ketaatan yang diminta Tuhan semuanya membawa pada kehidupan yang lebih baik. Misalnya, ketika kita taat kepada Tuhan, maka kita menjaga diri untuk hidup benar, jujur, hidup kudus, tidak berbohong, dan sejenisnya. Tetapi dosa dan duniawi lebih menggoda.
Tuhan menggambarkan dosa dan kehidupan duniawi itu sebagai kuk besi yang dibebankan di atas tengkuk, sampai orang Israel punah. Kuk itu pernah diberikan dalam bentuk penjajahan: dari Babel sampai Romawi. Di mimpi Daniel, Romawi digambarkan sebagai pemerintahan besi. Romawi juga digambarkan dengan burung rajawali.
Di ayat 49 dikatakan, “Tuhan akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, dari ujung bumi, seperti rajawali yang datang menyambar; suatu bangsa yang bahasanya engkau tidak mengerti.” Setelah Yerusalem diserang oleh Jendral Titus, sekitar tahun 70 Masehi, orang Israel tersebar ke berbagai bangsa. Bahkan karena kondisi yang sangat terpuruk, mereka harus memakan daging anak-anak mereka sendiri.
Semua kutukan itu tergenapi dalam kehidupan bangsa Israel. Ketika mereka tidak taat kepada Tuhan, mereka tidak akan pernah mengalami damai sejahtera. Orang yang bertentangan dengan Tuhan, tidak akan pernah merasakan damai itu. Berbeda dengan orang yang taat kepada Tuhan dan berada di dalam Tuhan, ia akan mengalami damai sejahtera. Damai sejahtera yang diberikan oleh Yesus Kristus adalah damai yang tidak mengenal situasi.
Semua yang dijelaskan ini adalah pilihan. Orang Israel juga memiliki pilihan itu. Mereka bisa memilih berkat atau memilih kutuk. Mereka bisa memilih taat atau memberontak. Setiap orang diberi kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan. Setiap pilihan dan keputusan itu selalu diiringi dengan konsekuensi. Hari ini juga ada pilihan, mau percaya kepada Yesus Kristus atau tidak. Kita bisa menerima Yesus, bisa juga memilih untuk menolak-Nya.
Views: 0