Ulangan 27:1-10
Ketika bangsa Israel sudah masuk ke tanah Kanaan, maka mereka harus melakukan beberapa hal. Pertama, mereka harus menegakkan batu-batu besar dan dikapur. Pada batu itu harus dituliskan segala perkataan hukum Taurat. Sepertinya Tuhan menginginkan hukum Taurat itu ditulis di atas batu. Pada waktu itu, media untuk menulis dan membaca memang berbeda jauh dengan zaman sekarang.
Di masa itu, banyak orang menulis dengan media kulit. Tetapi Tuhan juga ingin supaya hukum-hukum itu ditulis di atas batu. Hal ini menunjukkan bahwa firman Tuhan itu dipelihara oleh Tuhan, selama-lamanya. Ketika firman itu ditulis di atas batu, maka semua orang akan bisa melihat dan membacanya. Dengan cara ditulis, firman itu juga sulit untuk diubah-ubah. Semua usaha dilakukan supaya firman itu bisa tersebar luas dan diketahui oleh banyak orang.
Kedua, bangsa Israel harus pergi ke gunung Ebal. Di gunung itu, bangsa Israel harus mendirikan mezbah. Mezbah itu dibuat dari batu yang belum dipahat. Tuhan ingin mereka membuat mezbah itu dari batu asli dan belum diubah bentuknya, supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan, bukan kemuliaan pemahat batu. Tuhan tidak mau membagi kemuliaan-Nya dengan pihak lain. Ketika orang datang pada mezbah, seharusnya mereka fokus pada Tuhan.
Mezbah ini akan digunakan untuk mempersembahkan korban keselamatan. Selain itu, mezbah tersebut juga dijadikan media untuk menulis segala perkataan hukum Taurat dengan jelas dan terang. Pastinya tidak semua hukum Taurat dituliskan di mezbah itu, karena kemungkinan tidak akan muat dituliskan di satu batu. Bisa saja hukum-hukum utama yang dituliskan di batu itu. Hal ini menunjukkan bahwa firman Tuhan itu sangat penting untuk dibaca dan dipahami.
Bagi kita, firman Tuhan itu lebih penting. Apalagi pada saat ini, firman Tuhan itu sudah tertulis secara lengkap. Selain itu, seiring dengan perkembangan zaman, muncul banyak kejahatan dan kita sedang hidup di dunia yang jahat itu. Diperlukan petunjuk dan penguat iman bagi kita, yang kita dapatkan dari firman Tuhan. Hari ini kita sangat mudah untuk membaca firman Tuhan. Tetapi, tanpa disadari, semakin mudah kita mendapatkan firman Tuhan, semakin banyak orang yang malas membaca dan mempelajarinya.
Di masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak semua orang bisa mendapatkan firman Tuhan untuk dibaca. Tetapi mereka lebih serius untuk mendalami firman Tuhan itu. Bahkan mereka berusaha untuk mengingat firman Tuhan yang sudah dibacanya, karena setelah itu mereka tidak akan bisa lebih mudah untuk membacanya kembali. Berbeda dengan kita yang hari ini bahkan bisa membaca Alkitab melalui HP.
Tuhan tidak ingin umat Israel melupakan firman Tuhan. Satu salinan Taurat harus disimpan oleh para imam. Tuhan juga menginginkan bangsa Israel menulisnya di batu, supaya mudah diakses oleh banyak orang. Karena itu Tuhan memilih gunung Ebal yang posisinya berada di tengah-tengah tanah Kanaan.
Views: 0