Estafer Kepemimpinan (Jelajah PL 729)

Ulangan 31:2-11

Karena Musa telah menggambarkan diri memukul batu kedua kali (menyalibkan Yesus kedua kali), maka ia tidak diperbolehkan masuk ke tanah Kanaan. Bukan berarti Musa tidak mendapatkan keselamatan, tetapi ini adalah gambaran dari hakikatnya. Hal ini dijelaskan di dalam Ibrani 6:4-6 bahwa orang yang murtad (keluar dari Yesus) tidak bisa diperbaharui lagi. Ini adalah peringatan yang serius, karena memang Tuhan tidak mau dipermainkan.

Selanjutnya, Yosua menjadi tipologi atau gambaran dari Yesus Kristus. Tanah Kanaan melambangkan Surga. Hukum Musa tidak bisa membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Hukum hanya bisa membawa bangsa Israel di padang gurun saja. Yosua berasal dari kata Jehova penyelamat. Nama Yosua dengan nama Yesus, merupakan nama yang sama. Yosua akhirnya yang bisa membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian.

Terjadi estafet kepemimpinan. Karena itu Musa menguatkan bangsa Israel. Setiap kali ada pergantian kepemimpinan, biasanya akan muncul ketakutan atau kecemasan. Kecemasan itu muncul baik dari diri Musa, Yosua, maupun bangsa Israel sendiri. Bangsa Israel sudah terbiasa dengan kepemimpinan Musa. Musa adalah seorang pemimpin yang hebat. Musa menguatkan bangsa Israel. Lebih daripada itu, yang paling penting adalah penyertaan Tuhan.

Kepemimpinan akan selalu berganti. Jika hari ini kita dipercaya oleh Tuhan untuk memimpin, itu adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Musa yang sangat hebat pun perlu diganti atau dilanjutkan kepemimpinannya. Bukan Tuhan yang membutuhkan Musa, tetapi Musa yang membutuhkan Tuhan. Musa bisa hebat memimpin bukan karena dirinya, tetapi karena penyertaan Tuhan atasnya.

Jika kepemimpinan selesai, Tuhan pasti akan menyertai kepemimpinan selanjutnya. Jika generasi itu sudah selesai, maka Tuhan juga akan menyertai generasi selanjutnya. Tuhan memakai orang-orang yang tulus ingin melayani-Nya. Musa menguatkan bangsa Israel bahwa Tuhan yang akan memimpin. Musa juga menguatkan Yosua dengan berkata, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.” Yosua adalah orang yang membantu Musa. Yosua sangat setia dengan Musa. Yosua tidak memilih dirinya menjadi pemimpin Israel. Musa juga tidak memilih Yosua untuk melanjutkan kepemimpinannya. Tuhan yang memilih Yosua untuk pelayanan ini.

Musa memberi perintah bahwa tujuh tahun sekali akan dibacakan hukum Taurat di depan seluruh orang Israel. Hukum Taurat itu ditulis oleh Musa (ayat 9), lalu diserahkan kepada para imam bani Lewi. Tuhan memelihara firman-Nya melalui para imam Lewi ini. Di zaman Perjanjian Baru, Tuhan memakai jemaat Tuhan untuk memelihara firman itu. Firman itu disalin dan dibagikan, sampai pada kita hari ini.

Firman Tuhan itu tidak akan berguna jika tidak dibaca dan dipahami. Karena itu, Musa memberi perintah supaya orang Israel mendengar pembacaan hukum Taurat itu secara umum. Firman Tuhan itu sangat penting, sehingga semua orang dan setiap generasi harus mengetahui firman itu. Jika ada generasi yang tidak tahu firman Tuhan, maka generasi itu akan kacau.

Views: 8

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top