Imamat 2:5-16
Kemanusiaan Yesus digambarkan di dalam Imamat sebagai tepung roti sajian. Persembahan itu haruslah tepung yang terbaik. Di dalam Yohanes 6:53 dikatakan, “Maka kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Salah satu gambaran bagi orang yang percaya kepada-Nya adalah makan daging-Nya.
Yesus juga digambarkan sebagai roti hidup. Di dalam Yohanes 6:32-33 dinyatakan, “Maka kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Di ayat 35 dengan jelas Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai roti hidup.
Di dalam Roma 5:15 dikatakan, “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.” Yesus Kristus disebut juga sebagai Adam yang kedua. Adam pertama adalah gambaran dari umat manusia yang jatuh ke dalam dosa. Yesus Kristus adalah perwakilan dari umat manusia yang memperoleh kehidupan kekal.
Semuanya ini dijelaskan lagi di dalam 1 Korintus 15:22, “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” Kita bersekutu dengan Adam karena kita termasuk keturunanya. Ketika manusia mau bersekutu dengan Adam kedua, yaitu Yesus Kristus, mereka akan diselamatkan. Inilah alasannya Tuhan Yesus menjadi manusia. Dengan gambaran korban sajian, Yesus mengosongkan dirinya dan menjadi sama dengan manusia.
Kita bersekutu dengan Adam, karena memang kita lahir dari keturunan Adam. Kita bersekutu dengan Yesus Kristus, karena pertobatan dan kelahiran rohani. Kita bersekutu dengan Yesus karena iman dan percaya. Di dalam Efesus 3:16-17 dikatakan, “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Oleh iman, orang percaya ada di dalam Yesus Kristus.
Selain roti, ada gambaran minyak dan kemenyan. Minyak melambangkan Roh Kudus dan kemenyan menjadi lambang doa. Semua bahan yang terbaik itu diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi roti sajian. Dalam olahan ini, tidak diperbolehkan menambahkan ragi. Di dalam Alkitab, ragi menggambarkan dosa, kesalahan dan kesesatan. Di dalam Perjanjian Baru, beberapa kali Tuhan Yesus mengingatkan untuk berhati-hati dan waspada dengan ragi orang Farisi.
Yang harus ada di dalam unsur roti sajian itu adalah garam. Garam ini bukan hanya untuk roti sajian saja, tetapi untuk segala persembahan. Karena itu Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa mereka adalah garam dunia.
Views: 34