Imamat 10:1-2
Di pasal ini, dituliskan sebuah kejadian atau peristiwa penting yang terjadi. Sebelumnya kitab ini menjelaskan tentang peraturan dan hukum. Ternyata bukan hanya itu saja, tetapi juga dilengkapi dengan cerita peristiwa penting yang bisa kita pelajari prinsipnya. Peristiwa yang diceritakan di pasal ini merupakan peristiwa tragedi, sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Nadab dan Abihu, dua anak tertua dari imam Harun dihukum mati oleh Tuhan.
Peristiwa ini tentu membuat kaget semua orang Yahudi. Padahal di pasal 8 dan 9, orang Israel baru saja selesai merayakan peristiwa yang menggembirakan. Mereka baru saja bersukacita karena memiliki imam yang ditahbiskan. Di akhir pasal 9, kemuliaan Tuhan dinampakkan bagi orang Israel. Ini adalah keadaan dan waktu penuh kemenangan bagi bangsa Israel. Mereka baru saja menyaksikan kehebatan dan kedahsyatan Tuhan. Tetapi tiba-tiba terjadi tragedi yang tidak mengenakkan.
Bagi keluarga Harun, peristiwa ini pasti sangat mengagetkan. Apalagi peristiwa ini berhubungan langsung dengan anggota keluarga mereka. Tetapi peristiwa ini dipakai oleh Tuhan untuk mengajarkan banyak hal bagi umat Israel dan tentu juga bagi kita. Dua orang muda, Nadab dan Abihu, merupakan orang-orang yang memiliki potensi dan kemampuan untuk melayani Tuhan. Mereka tentu sudah dipersiapkan untuk menggantikan Harun menjadi Imam Besar. Mereka menjadi pemuka dan dihormati di antara orang-orang Israel.
Tetapi mereka dimatikan oleh Tuhan, karena Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Mereka telah melakukan hal yang salah di hadapan Tuhan. Kita juga bisa menarik pelajaran dari peristiwa ini. Ada sesuatu yang telah mereka lakukan, yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh Nadab dan Abihu. Pertama, kita tidak boleh mendekat kepada Tuhan dengan cara kita sendiri. Di dalam Ibrani 12:14 dikatakan, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”
Salah satu tema penting dalam kitab Imamat adalah tentang kekudusan Tuhan. Tuhan disebutkan secara berulang-ulang sebagai maha kudus. Untuk mendekat kepada Tuhan diperlukan korban, supaya orang yang mendekat itu dikuduskan dan ditutupi dosanya. Karena kekudusan itulah, diperlukan imam untuk menjadi pengantara antara Tuhan dengan umat-Nya. Tuhan yang maha kudus itu tidak bisa didekati sembarangan.
Ada berbagai korban yang harus dipersembahkan, sebagai gambaran atau tipologi satu korban yang utama, yaitu Yesus Kristus. Nadab dan Abihu sebagai imam, seharusnya mereka tahu dan sadar bahwa mereka memang tidak diperbolehkan mendekat kepada Tuhan dengan cara mereka sendiri. Meskipun mereka memiliki wewenang untuk mewakili orang Israel di hadapan Tuhan, bukan berarti mereka bisa melakukan segala sesuatu di luar peraturan Tuhan.
Para imam dari keturunan Harun jelas berbeda dengan Yesus Kristus. Semua keturunan Harun adalah orang-orang berdosa. Sedangkan Yesus Kristus tidak berdosa. Di dalam Ibrani 7:26 dikatakan, “Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat Surga…”
Views: 21