Melayani Dengan Cara Tuhan (Jelajah PL 404)

Imamat 10:1-2

Nadab dan Abihu sebenarnya bukan orang sembarangan. Ia sudah melayani Tuhan sebagai imam dan bahkan mereka menjadi calon Imam Besar untuk menggantikan Harun. Mereka telah menjadi bagian dari pemimpin umat Israel secara rohani. Tetapi mereka pun tidak bisa diselamatkan karena pelayanan mereka. Mereka seharusnya diselamatkan karena iman atau percaya mereka kepada Tuhan dengan sepenuh hati.

Hal kedua yang bisa kita pelajari dari peristiwa kesalahan Nadab dan Abihu adalah manusia tidak diperbolehkan melayani Tuhan dengan caranya sendiri. Jika yang pertama, mereka mendekatkan diri kepada Tuhan tanpa kekudusan, maka sekarang ketika mereka sudah dalam kekudusan, tetap tidak diperkenankan untuk melayani dengan cara sendiri. Menjadi hal yang sangat baik ketika kita, sebagai orang percaya, memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan. Yang perlu hati-hati, kita tidak boleh melayani Tuhan dengan cara atau konsep sendiri.

Melayani Tuhan dengan cara sendiri merupakan hal yang aneh. Misalnya kita memiliki karyawan yang bekerja, tetapi mereka memiliki konsep sendiri dan tidak mengikuti konsep atau aturan dari pemimpinnya, pasti karyawan itu tidak akan bisa menyenangkan pemimpinnya. Karyawan itu memang bekerja, tetapi tidak bekerja bagi pemimpinnya. Ia bekerja bagi dirinya sendiri, dengan kemauannya sendiri. Kita perlu menyadari semua ini. Jangan sampai kita nampaknya sedang melayani Tuhan, tetapi sebenarnya tidak sedang melayani Tuhan, melainkan melayani diri sendiri.

Nadab dan Abihu mempersembahkan korban yang tidak pernah diperintahkan oleh Tuhan. Mungkin ada orang yang menganggap bahwa hukuman Tuhan atas mereka ini sangat keras, sampai-sampai mereka dimatikan oleh Tuhan. Yang dilakukan oleh Nadab dan Abihu, mereka mengambil perbaraan, membubuhkan api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Tuhan menyatakan bahwa persembahan mereka itu merupakan api asing di hadapan Tuhan, karena persembahan itu tidak pernah diperintahkan oleh Tuhan kepada mereka.

Mungkin mereka salah prosedur, melakukan tidak seperti yang diperintahkan oleh Tuhan. Tuhan sebenarnya sudah memperingatkan para imam supaya berhati-hati. Mereka harus melakukan secara detail, sesuai dengan perintah Tuhan. Misalnya di dalam Keluaran 19:22 dikatakan, “Juga para imam yang datang mendekat kepada Tuhan haruslah menguduskan dirinya, supaya Tuhan jangan melanda mereka.”

Di dalam Keluaran 30:37-38 dikatakan, “Dan tentang ukupan yang harus kaubuat menurut campuran yang seperti itu juga janganlah kamu buat bagi kamu sendiri; itulah bagian untuk Tuhan, yang kudus bagimu. Orang yang akan membuat minyak yang semacam itu dengan maksud untuk menghirup baunya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.”

Semua yang dikhususkan oleh dan untuk Tuhan, tidak boleh dipermainkan. Bisa juga dibandingkan dengan Imamat 16:12, “Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan Tuhan, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.” Perbaraan itu harus diambil dari mezbah Tuhan, bukan dari tempat lain. 

Views: 18

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top