Lemak dan Darah (Jelajah PL 397)

Imamat 7:14-38

Persembahan yang akan diberikan kepada Tuhan tidak boleh dinodai oleh orang-orang yang najis dan cemar. Kenajisan di dalam Perjanjian Lama, melambangkan dosa. Di sepanjang kitab Imamat juga akan dijelaskan mengenai hukum kenajisan. Supaya orang diselamatkan, maka ia harus menyingkirkan dosa-dosanya. Ketika seseorang ingin tinggal di dalam Yesus Kristus, maka ia harus meninggalkan dosa-dosanya. Pertobatan dan percaya kepada Yesus adalah satu paket. Penginjilan tanpa menjelaskan tentang pertobatan, akan menjadi timpang.

Orang Israel tidak diperbolehkan untuk memakan lemak dari korban yang sudah dipersembahkan kepada Tuhan. Hal ini menjelaskan beberapa hal, terkait dengan lemak itu. Pada zaman itu, lemak dianggap sebagai bagian terbaik dari seekor binatang. Untuk menyatakan kemakmuran, biasanya suatu negeri dianggap berlemak. Orang yang gemuk dan berlemak, dianggap makmur. Barulah di dunia modern ini disadari bahwa lemak membawa dampak yang buruk.

Di dunia kesehatan pun berbicara hal yang sama. Kondisi tubuh yang gemuk justru akan mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Tuhan ingin mengajarkan sesuai dengan zaman itu bahwa lemak merupakan bagian terbaik dari binatang, sehingga yang terbaik itulah yang dipersembahkan untuk Tuhan. Konsep seperti ini bisa hilang di dalam pikiran orang percaya. Karena itu, ada saja orang Kristen yang menempatkan Tuhan di posisi yang tidak seharusnya, bukan posisi terbaik.

Mari kita renungkan di dalam masing-masing pribadi kita, apakah Tuhan memiliki tempat yang terbaik dalam pikiran dan hidup kita pada saat ini? Ketika kita membuat prioritas, di bagian manakah Tuhan diberi prioritas? Seringkali prioritas dalam hidup kita justru hal-hal yang jasmani dan duniawi. Karena itu, sangat mengherankan jika orang-orang percaya bahkan tidak mengajarkan anak-anaknya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan.

Dengan larangan makan lemak, orang Israel terhindar dari gangguan kesehatan. Lemak tidak harus dimakan, tetapi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain. Misalnya, lemak bisa digunakan untuk membuat sabun atau pelembab, bisa juga digunakan untuk melumasi roda-roda kereta.

Mengenai darah, Tuhan juga melarang orang Israel untuk memakan atau meminumnya. Darah dipakai oleh Tuhan untuk melambangkan nyawa seseorang. Darah Yesus Kristus yang selanjutnya dipakai untuk melambangkan keselamatan. Karena itu, darah tidak boleh dimasak atau dimakan. Memang hari ini, darah tidak lagi diharamkan. Tetapi para penyembah berhala seringkali meminum darah, dalam ritual penyembahan mereka.

Dalam mempersembahkan korban, ada bagian-bagian yang harus dibawa sendiri oleh orang Israel, ada juga bagian-bagian yang harus dipersembahkan melalui imam. Misalnya, bagian dada menjadi persembahan unjukan, artinya diangkat atau diperhadapkan kepada Tuhan, kemudian diserahkan pada imam. Bagian paha kanan menjadi persembahan khusus, yang diberikan kepada imam. Para imam mendapat makan dari bagian-bagian daging persembahan itu.

Views: 23

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top