Imamat 1:2-4
Orang Israel kembali memberikan persembahan sukarela kepada Tuhan. Persembahan ini bukan jenis persembahan yang diwajibkan oleh Tuhan kepada bangsa Israel. Korban bakaran ini akan dilaksanakan setiap hari di Kemah Suci atau Kemah Pertemuan, di pagi dan sore hari. Tetapi korban bakaran ini bisa dilakukan setiap saat. Jika ada orang yang tergerak hatinya untuk memberikan korban persembahan ini, dia bisa ke Kemah Suci untuk melakukannya.
Persembahan ini mengajarkan bahwa ketika kita hendak datang kepada Tuhan, harus ada pendamaian bagi kita. Memang salah satu tujuan dari persembahan ini adalah untuk mengadakan pendamaian. Pendamaian menjadi salah satu kata kunci di dalam kitab Imamat ini. Pendamaian ini memiliki konsep menutupi, artinya dosa ditutupi sehingga orang tidak bisa melihatnya lagi.
Konsep ini menjadi penting ketika banyak orang ingin masuk ke dalam Surga. Pengajaran ini berbicara mengenai konsep keselamatan yang diberikan oleh Tuhan kepada semua umat manusia di muka bumi ini. Ketika kita ingin datang kepada Bapa, maka Imamat mengajarkan untuk didamaikan dengan Tuhan. Dosanya harus ditutupi. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, ia sedang mengadakan perseteruan atau perlawanan dengan Tuhan. Ketika manusia berdosa, tidak ada cara lain untuk menghukumnya selain hukuman mati.
Persoalan manusia sebenarnya bukan masalah ekonomi atau politik atau kesehatan. Masalah manusia yang sebenarnya adalah masalah rohani, karena dosa. Sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka dalam kehidupan yang sempurna. Mereka tidak didapati ada kekurangan atau cela. Tetapi ketika mereka mulai lebih percaya kepada Iblis daripada kepada Tuhan, pada hari itu juga mereka mati secara rohani. Berangsur-angsur, mereka menuju kepada kematian jasmani.
Roma 6:23 menyatakan, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi kasih karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Orang yang sudah berdosa dan melanggar hukum Tuhan harus mati. Kematian yang dialami oleh manusia bukan hanya kematian jasmani, tetapi rohani. Ia akan mendapatkan siksaan di dalam Neraka untuk selama-lamanya. Ini adalah kabar buruk bagi semua manusia di muka bumi ini. Semua manusia berdosa berada di bawah penghukuman ini. Manusia tidak bisa mendekat kepada Tuhan.
Orang yang bisa mendekat kepada Tuhan adalah orang yang tidak berdosa atau orang kudus. Di dalam Ibrani 12:14 dikatakan, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kerjarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” Jika manusia berdosa ingin dekat dengan Tuhan, maka dosa itu harus diselesaikan. Untuk menyelesaikannya, orang yang berdosa harus dihukum mati.
Hukuman mati adalah cara untuk menutupi dosa itu. Ada yang berusaha menutupi dosa dengan perbuatan baik. Tetapi semua usaha manusia itu sia-sia. Usaha manusia tidak berkenan di hadapan Tuhan dan tidak bisa membawa orang itu masuk ke dalam Surga. Di dalam Yesaya 64:6 dikatakan, “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.”
Views: 33