Dewasa Secara Rohani (Jelajah PL 381)

Imamat 1:2-4

Perbuatan baik manusia tidak akan terlihat baik di hadapan Tuhan, meskipun kita melihatnya semua itu baik. Menurut Yesaya 64:6, perbuatan yang paling baik atau saleh dari kita pun seperti kain kotor di hadapan Tuhan. Semua yang kita lakukan, telah tercemar oleh dosa. Karena itulah, perlu ada cara lain untuk menyelesaikan dosa. Dosa harus ditutup dengan hukuman mati. Dengan cara itulah kita melihat korban bakaran yang dilakukan di kitab Imamat ini.

Persembahan korban bakaran ini menggambarkan keselamatan yang diberikan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Seluruh hukum Taurat sebenarnya adalah gambar yang besar terhadap jalan keselamatan ini. Di dalam Ibrani 10:1 dikatakan, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakikat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.”

Imamat dengan semua korban yang ada di dalamnya merupakan gambaran dari hakikat, yaitu Yesus Kristus. Yesus Kristus telah mati disalib, untuk menjalankan keadilan Tuhan. Yesus Kristus telah menanggung hukuman dosa. Di ayat 2b telah dijelaskan bahwa korban persembahan itu berupa ternak, yakni lembu sapi atau kambing domba. Korban persembahan itu berasal dari binatang yang jinak. Tuhan tidak mau menggunakan binatang liar atau pemakan daging untuk menggambarkan korban keselamatan ini.

Gambaran binatang jinak ingin menjelaskan tentang Yesus Kristus yang mau menyerahkan hidupnya untuk keselamatan orang lain. Karena itu gambaran ini tidak cocok jika binatang yang dipakai untuk korban persembahan adalah binatang yang menerkam atau memakan binatang yang lain. Binatang liar akan membunuh binatang orang lain untuk mempertahankan hidup mereka. Gambaran Yesus Kristus justru kebalikannya, yaitu menyerahkan hidup-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Binatang yang paling cocok untuk menggambarkan pengorbanan Yesus Kristus adalah domba. Karena itu, di dalam Alkitab, Yesus sering disebut sebagai Anak Domba Allah, seperti yang tercatat di dalam Yohanes 1:29, “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Domba memiliki karakteristik yang baik untuk menggambarkan Yesus Kristus. Tetapi dalam praktik di Perjanjian Lama, Tuhan juga memperbolehkan penggunaan lembu sebagai korban.

Di ayat-ayat selanjutnya nanti kita akan melihat bahwa burung juga bisa digunakan untuk korban. Meskipun yang paling cocok adalah domba, tetapi ada situasi-situasi tertentu di dalam kehidupan orang Israel, sehingga mereka bisa menggunakan binatang-binatang yang lain, yang sesuai, untuk korban. Selain domba, binatang lain yang sesuai, dijadikan alternatif. Domba memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga ada keluarga-keluarga miskin yang tidak bisa membeli domba.

Binatang alternatif untuk korban diperbolehkan, supaya semua orang Israel bisa memberikan korban ini. Dengan memberi korban persembahan, orang-orang Israel juga sedang diajar untuk hidup dewasa secara rohani. Jika orang tidak mau memberi persembahan, akan berpengaruh buruk bagi perkembangan rohaninya.

Views: 23

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top