Nuh Mempersembahkan Korban (Jelajah PL 38)

Kejadian 8:12-22

Fosil terjadi karena peristiwa yang cepat dengan suhu udara yang dingin. Hal itu hanya terjadi pada peristiwa air bah. Saat ini, ketika ada makhluk hidup yang mati, mereka tidak menjadi fosil, tetapi akan terurai dan lenyap. Kalau pohon yang mati, ia akan membusuk. Jika manusia atau binatang yang mati, ia akan membusuk dan terurai, akhirnya tinggal tulang saja.

Mengenai tumbuhan, ketika air sudah mulai surut, tumbuhan itu bermunculan kembali. Satu daun zaitun bisa dibawa oleh burung merpati yang telah dilepaskan oleh Nuh. Untuk ketiga kalinya Nuh melepaskan burung merpati, akhirnya burung itu tidak kembali. Dijelaskan bahwa di tahun ke enam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, air sudah kering dari atas bumi. Nuh memastikan semua itu dan ternyata memang bumi sudah mulai kering.

Di pasal 7:11, air bah terjadi pada tahun enam ratus bulan (usia Nuh) pada bulan ke dua di hari yang ketujuh belas. Dalam tahun ke enam ratus satu, di bulan pertama pada tanggal satu, air sudah kering dari atas bumi. Air memenuhi bumi hampir satu tahun. Setelah itu Nuh membuka bahtera dan melihat ke sekeliling untuk memastikan bahwa bumi sudah kering. Pada bulan kedua, di hari yang ke dua puluh tujuh, bumi telah kering.

Nuh tidak keluar dari bahtera itu sampai Tuhan sendiri memberi perintah kepada Nuh untuk keluar. Ini salah satu bukti iman Nuh, yang selalu bergantung pada Tuhan. Hal pertama yang dilakukan oleh Nuh setelah keluar dari bahtera adalah mendirikan mezbah bagi Tuhan dan mempersembahkan korban. Persembahan ini menyenangkan hati Tuhan. Ia mempersembahkan persembahan yang berdarah. Dia membunuh beberapa ekor binatang, untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

Karena persembahan itu, maka Tuhan berjanji tidak akan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. Meskipun yang ditimbulkan di dalam hati manusia adalah jahat sejak kecil, Tuhan tidak akan membinasakan lagi bumi dengan cara mengirim air bah. Di dalam 2 Petrus 3:4-13 dijelaskan bahwa di zaman akhir, akan muncul para pengejek Tuhan. Mereka mengejek dan mencemooh janji kedatangan Tuhan yang kedua.

Hari ini banyak orang yang meragukan tentang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. Sebagai orang percaya, kita tidak boleh meragukan janji kedatangan Tuhan. Banyak orang menolak kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab. Banyak juga yang tidak mau terima fakta tentang terjadinya air bah. Memang bumi tidak akan dibinasakan lagi oleh air bah. Tetapi di dalam 2 Petrus 3:10 dikatakan, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada diatasnya akan hilang lenyap.”

Air tidak akan membinasakan bumi ini lagi. Bumi akan dibinasakan dengan api. Peristiwa itu akan terjadi dengan sangat dahsyat dan mengerikan. Pernah terjadi di Sodom dan Gomora pada zaman Lot, tetapi itu hanya di wilayah tertentu saja. Di akhir zaman, kondisi itu akan menyeluruh. Orang-orang yang memberontak kepada Tuhan, suatu saat akan dilemparkan ke dalam api kekal. Karena itu, percayalah kepada Tuhan, supaya kita diselamatkan dari api dunia ini dan api kekal.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *