Salib Menjadi Indah (Jelajah PB 738)

Galatia 6:11-18

Orang-orang yang suka menonjolkan diri secara lahiriah, merekalah yang memaksa jemaat di Galatia untuk bersunat. Mereka adalah orang-orang yang cukup berbahaya. Mereka memberikan pengaruh negatif terhadap jemaat di Galatia. Mereka melakukan itu semua supaya tidak dianiaya oleh karena salib Kristus, supaya mereka tidak dimusuhi oleh orang-orang Yahudi yang masih menganut agama Yudaisme. Mereka yang sudah bersunat pun sebenarnya tidak sanggup untuk melakukan hukum Taurat secara keseluruhan. Mereka adalah orang-orang yang munafik. Mereka menghendaki supaya jemaat di Galatia mau bersunat, supaya mereka dapat bermegah atas keadaan orang-orang Galatia secara lahiriah.

Paulus mengajak jemaat di Galatia untuk bermegah hanya di dalam salib Yesus Kristus. Selain itu tidak ada yang bisa dimegahkan. Pada waktu itu, salib adalah kehinaan. Tidak ada orang yang pasang salib untuk hiasan, karena salib adalah hal yang sangat mengerikan. Itu sama artinya dengan orang saat ini yang menjadikan kuburan atau tempat-tempat yang mengerikan sebagai hiasan. Tetapi hari ini salib menjadi indah di mata orang Kristen. Di gereja ada salib, di mimbar ada salib. Bahkan salib dijadikan hiasan, baik diletakkan di kalung atau dijadikan anting-anting. Salib yang awalnya adalah benda yang mengerikan, sekarang menjadi sesuatu yang indah.

Setiap kita melihat salib, kita teringat akan Tuhan Yesus yang tersalib di situ. Kita teringat Yesus dipaku di situ, demi menyelamatkan kita, orang yang berdosa. Sunat atau tidak bersunat, tidak memiliki arti apa-apa. Yang berarti adalah hidup menjadi ciptaan baru. Orang-orang yang hidup sebagai ciptaan baru akan mendapatkan damai sejahtera dari Tuhan. Damai sejahtera itu diberikan bukan hanya kepada orang-orang Galatia yang percaya, tetapi juga kepada orang Israel yang percaya. Teman-teman seiman kita seharusnya menjadi perhatian khusus bagi kita.

Paulus tidak ingin disusahkan dengan hal-hal yang seperti ini. Dia sudah melakukan banyak hal untuk pemberitaan Injil yang murni. Bahkan sudah ada banyak tanda (kemungkinan adalah tanda-tanda bekas penganiayaan) yang sudah tertempel di tubuh Paulus. Paulus memberi nama itu adalah tanda-tanda milik Yesus. Jangan sampai pemberitaan Injil yang telah dilakukannya dengan susah payah, kemudian dihancurkan dengan pengajaran-pengajaran injil lain yang tidak murni. Dalam menutup suratnya, rasul Paulus berdoa supaya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh jemaat di Galatia. Jemaat di Galatia dipanggil sebagai saudara-saudara dalam Kristus Yesus.

Kita bersyukur karena surat Galatia ini ditulis. Surat ini telah memberitahukan banyak hal kepada kita, yang hidup jauh dari masa Paulus. Surat ini menegaskan bahwa kita diselamatkan oleh karena anugerah Tuhan. Kita diselamatkan tidak melalui ibadah, tidak melalui ritual, atau melakukan upacara tertentu. Kita diselamatkan melalui bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. Kita diselamatkan oleh kasih karunia dan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Pada saat kita percaya kepada-Nya, maka kita diselamatkan.

Pada saat itu, kita dilahirkan kembali dan menjadi ciptaan baru. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, termaterai dalam hidup kita. Yesus Kristus memberikan posisi-Nya yang kudus, sehingga kita menjadi orang-orang yang dibenarkan dan dikuduskan. Kita menjadi salah satu dari anak-anak Tuhan. Karena itulah Tuhan Yesus akan menyertai kita semua.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *