Hukum Taurat Memperjelas Pelanggaran (Jelajah PB 724)

Galatia 3:13-19

Yesus Kristus datang untuk menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib. Tuhan tahu bahwa tidak ada satupun orang yang bisa melaksanakan hukum Taurat. Karena itu semua manusia dalam posisi yang sama, yaitu manusia yang terkutuk. Karena itu, Yesus datang untuk menjadi orang yang terkutuk, bukan karena kesalahan-Nya, tetapi karena dosa dan pelanggaran kita. Yesus telah tergantung di atas kayu salib sebagai manusia yang terkutuk. Semua dosa manusia, dari dosa Adam dan Hawa sampai dosa manusia yang terakhir dilahirkan di dunia ini, ditanggung di atas Yesus. Setelah itu Dia dijatuhi hukuman mati. Jika kita percaya kepada-Nya, maka Yesus telah melepaskan kita dari kutuk. Saat kita percaya kepada Yesus, maka kutuk yang ada pada kita telah dihitung dijatuhi hukuman.

Pada waktu itu, Yesus menyerahkan diri-Nya yang kudus kepada kita, sedangkan kita menyerahkan diri kita yang terkutuk. Yesus menggantikan kita dan kita menggantikan Yesus. Yesus melakukan semuanya ini supaya berkat Abraham bisa sampai kepada bangsa-bangsa lain. Melalui Yesus, maka berkat Abraham diterima oleh semua bangsa di dunia ini. Ketika kita percaya kepada Yesus, maka kita telah terlepas dari kutuk. Sejak kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka Roh Kudus akan masuk ke dalam hati kita dan status kita menjadi orang kudus. Karena posisi kita menjadi orang kudus, maka kita memiliki jaminan dan kepastian masuk Surga, tempat Tuhan yang maha kudus.

Paulus menegaskan dengan contoh sehari-hari, bahwa sebuah wasiat yang telah disahkan, meskipun yang melakukan itu manusia, tetap tidak bisa dibatalkan atau ditambahi dengan hal-hal lain oleh siapapun juga. Artinya, dalam hidup manusia, janji tetap janji dan harus ditepati, apalagi jika itu adalah wasiat dan disahkan atau dikuatkan. Tuhan telah berjanji kepada Abraham dan keturunannya. Tetapi yang dimaksudkan dengan “keturunannya” ini bukan banyak orang, tetapi berbicara mengenai satu orang, yaitu Yesus Kristus. Jika manusia yang berjanji saja harus ditepati, apalagi Tuhan. Yesus Kristus ini yang akan menjadi berkat bagi semua orang di seluruh dunia ini.

Janji Tuhan yang sudah disahkan oleh Tuhan, tidak bisa dibatalkan oleh hukum Taurat yang baru diberikan empat ratus tiga puluh tahun kemudian. Kalau Tuhan sudah berjanji bahwa semua bangsa akan menerima berkat hanya dari Yesus Kristus, maka tidak mungkin bahwa manusia di bumi ini bisa menerima berkat dari melakukan hukum Taurat. Janji Tuhan tidak akan hilang kekuatannya meskipun muncul hukum Taurat. Jika manusia bisa dibenarkan melalui hukum Taurat, maka janji Tuhan kepada Abraham akan sia-sia atau tidak berlaku lagi. Tetapi tidak mungkin janji Tuhan sia-sia begitu saja.

Memang manusia tidak dibenarkan dengan cara melakukan hukum Taurat. Tujuan hukum Taurat diturunkan adalah supaya manusia mengetahui tentang dosa yang makin banyak dilakukan. Dengan hukum Taurat, manusia diharapkan bisa sadar bahwa mereka telah jauh meninggalkan Tuhan dan hidup di dalam dosa dan pelanggaran setiap hari. Pada waktu itu banyak orang telah melakukan dosa, tetapi mereka tetap merasa tidak berdosa. Hukum Taurat ini ada untuk menyadarkan manusia bahwa mereka berdosa dan tidak layak di hadapan Tuhan. Hukum Taurat diberikan supaya manusia makin bisa melihat dengan jelas bahwa dirinya berdosa. Hukum Taurat ini berlaku sampai kedatangan keturunan yang dimaksudkan itu, yaitu kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia ini.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *