Membangun Dengan Pengajaran (Jelajah PB 601)

1 Korintus 3:10-17

Jemaat lokal digambarkan sebagai ladang Tuhan, karena itu ada yang menanam dan ada yang menyiram. Paulus juga menggambarkan jemaat seperti bangunan, ada yang meletakkan dasar dan ada yang melanjutkan proses pembangunan. Rasul Paulus adalah orang yang pertama kali memberitakan Injil di Korintus. Karena itulah Paulus mengatakan bahwa ia sebagai ahli bangunan yang telah meletakkan dasar bangunan. Memang, pengajaran nabi dan rasul adalah pondasi bagi jemaat (bdg. Efesus 2:19-20). Setelah itu, orang lain akan membangun terus di atas dasar atau pondasi tersebut.

Setiap orang harus memperhatikan bagaimana ia harus membangun di atasnya. Seharusnya jemaat di bangun di atas firman, bukan di atas kesaksian atau cerita pengalaman yang subyektif. Yesus adalah batu penjuru, sedangkan pengajaran nabi dan rasul adalah pondasi. Orang-orang lain bisa membangun di atas pondasi tersebut, baik dengan menggunakan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami. Untuk membangun dengan emas, sangat susah sekali. Yang paling mudah adalah membangun dengan jerami. Seorang pengajar harus belajar dengan benar, supaya bisa memberikan pengajaran yang baik. Untuk mendapatkan pengajaran yang setara dengan nilai emas, perak atau batu permata, perlu bekerja dengan tekun dan giat. Perlu mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh, sehingga ia bisa menghasilkan pengajaran yang nilainya setara dengan emas atau perak atau batu permata. Untuk mendapatkan kayu, rumput kering atau jerami, itu lebih mudah.

Pada akhirnya, pekerjaan masing-masing akan nampak. Pada saat hari Tuhan, semuanya itu akan terlihat jelas. Setiap pekerjaan yang kita kerjakan di dalam dunia ini akan diuji oleh api. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, meskipun ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. Kalau melihat konteks dari ayat di atas, maka pekerjaan yang dimaksud adalah membangun jemaat di atas pondasi yang sudah disiapkan oleh para nabi dan rasul. Jika jemaat yang dibangunnya tahan uji, maka ia akan mendapat upah. Tetapi jika jemaatnya tidak tahan uji, maka jemaat yang dibangun itu terbakar (masuk neraka). Ini akibat karena jemaat tidak dibangun dengan pengajaran yang benar, yang sesuai dengan Alkitab. Pengajaran yang paling penting yang harus diajarkan adalah pengajaran tentang keselamatan.

Jika yang mengajar itu sudah lahir baru, tetapi pekerjaannya tidak tahan uji, maka dia sendiri diselamatkan sedangkan pekerjaannya hangus terbakar. Tetapi jika yang mengajar itu ternyata belum lahir baru, maka ia pun akan ikut terbakar bersama-sama dengan pekerjaannya. Jika kita sungguh-sungguh telah bertobat dan percaya kepada Yesus, maka kita disebut sebagai bait Allah karena Roh Tuhan tinggal diam di dalam kita. Tubuh kita ini adalah bait Allah. Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Tuhan sendiri yang akan membinasakan dia. Bait Allah itu kudus dan bait Allah itu adalah orang-orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus.

Karena itulah, orang Kristen tidak boleh putus asa dan bunuh diri. Orang Kristen seharusnya memiliki pengharapan di dalam Tuhan, karena ada Roh Tuhan di dalam dirinya. Jangan kita membinasakan diri sendiri (membunuh dirinya sendiri atau membunuh orang lain), karena Tuhan akan membinasakan orang yang membinasakan dirinya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *