Manusia Rohani (Jelajah PB 599)

1 Korintus 2:14-16

Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, ketika kita menyatakan bertobat dan percaya kepada Yesus. Jika Roh Kudus ada di dalam hati kita, maka kita akan mulai bisa mengerti banyak perkara-perkara rohani secara bertahap. Saat itu, kita akan mulai mengerti pengajaran-pengajaran yang disimpulkan dan ditafsirkan dari ayat-ayat Alkitab. Karena itu, bagi pembaca renungan ini yang belum percaya kepada Yesus Kristus, inilah saatnya untuk mengaku dosa dan bertobat kepada Yesus Kristus. Mengakulah bahwa kita memang memerlukan keselamatan dari Dia. Kita harus percaya bahwa Dia telah menggantikan kita dihukumkan atas dosa di kayu salib. Kita saat ini menggantikan Dia untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian maka kita dilahirkan kembali dan menjadi ciptaan baru.

Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Tuhan. Bagi orang-orang duniawi, pemberitaan Injil adalah sebuah kebodohan. Orang-orang yang menganggap berita Injil sebagai kebodohan, maka orang tersebut tidak akan pernah terjangkau dengan Injil. Mereka tidak akan mau percaya, sekalipun telah mendengar berita tersebut berulang-ulang. Mereka tidak akan bisa memahami perkara rohani. Perkara rohani hanya bisa dinilai oleh orang-orang yang rohani, yaitu orang-orang yang sudah percaya dan sudah menerima Roh Kudus di dalam hatinya. Pengajaran Alkitab yang salah akan membuat orang tidak bisa menerima hal-hal yang rohani. Pengajaran Alkitab yang salah tidak akan membawa orang bisa mengenal Yesus dengan baik. Akhirnya, banyak negara-negara yang dulunya berpenduduk Kristen banyak, akhirnya banyak orang-orang Kristen keturunan yang sudah tidak lagi percaya sungguh-sungguh kepada berita Injil.

Hari ini banyak sekolah Teologi yang lebih menekankan filsafat dunia, filsafat manusia. Tidak salah, tetapi perlu hati-hati. Jika tidak hati-hati, itu justru akan menjerumuskan banyak orang yang akhirnya mereka tidak percaya dengan apa yang telah ditulis di dalam Alkitab. Sangat berbahaya jika sekolah Teologi lebih banyak belajar tentang filsafat daripada belajar tentang Alkitab. Orang-orang yang sekolah Teologi seharusnya sudah bertobat, sehingga lebih mudah bagi dia untuk memahami perkara-perkara rohani. Pengajaran Teologi bisa rumit jika kita mempelajarinya dengan kerumitan, serta mempertimbangkan pendapat para ahli Teologi yang lebih menekankan filsafat. Tetapi pengajaran Teologi bisa sangat sederhana. Pengajaran itulah yang disampaikan oleh Paulus pada saat dia memberitakan Injil di kota Korintus.

Manusia rohani bisa menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Manusia rohani masih tinggal di dunia ini, sehingga dia bisa memahami perkara rohani sekaligus perkara duniawi. Di dalam diri manusia rohani ada Roh Tuhan dan dia masih tinggal di dunia ini. Manusia duniawi tidak bisa menilai pikiran Tuhan. Sedangkan manusia rohani, dia memiliki pikiran Kristus.

Jika kita sudah percaya kepada Yesus, maka harta rohani yang ada di dalam Alkitab adalah milik kita, warisan untuk kita. Banyak kesempatan bagi kita untuk mendalami dan memahami semua yang tertulis di dalam Alkitab. Renungan ini adalah salah satu sarana untuk kita belajar firman Tuhan, mendalami firman Tuhan yang tertulis di dalam Perjanjian Baru secara berurutan. Kalau kita tidak mau untuk memahami firman Tuhan, maka kita akan rugi dan akan menyesal di kemudian hari. Jika saudara tidak mau membaca renungan ini, paling tidak renungan ini dibagikan kepada orang lain. Siapa tahu ada yang mau membaca dan belajar firman Tuhan secara berurutan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *