Bermegah Dalam Tuhan (Jelajah PB 594)

1 Korintus 1:25-31

Sifat Tuhan itu maha adil dan maha kasih. Karena Tuhan maha adil, maka segala bentuk pelanggaran dan dosa harus dihukum. Tuhan memiliki sifat maha kudus, sehingga Dia tidak akan pernah membiarkan orang berdosa masuk Sorga. Dia tidak membiarkan ada orang berdosa bisa dekat dengan Dia yang maha kudus, karena orang tersebut pasti akan mati di hadapan kemahakudusan Tuhan. Di satu sisi, Tuhan juga maha kasih. Karena itu Bapa mengutus Yesus Kristus untuk menanggung hukuman tersebut demi menyelamatkan manusia. Ini adalah bentuk kasih terbesar yang pernah ada, yaitu menggantikan hukuman mati. Tuhan Yesus rela meninggalkan kemuliaan-Nya dan menjadi manusia. Ini adalah bentuk kasih sejati yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada kita.

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bagaimana keadaan mereka ketika mereka pertama kali dipanggil untuk menjadi percaya kepada Tuhan. Di hadapan manusia, mereka terukur sebagai manusia yang tidak bijak dan tidak banyak berpengaruh, serta tidak terpandang. Mereka adalah orang yang biasa-biasa saja, tanpa kelebihan apapun. Mungkin mereka lebih banyak kelemahannya daripada kelebihan. Mereka disadarkan oleh Paulus bahwa dulu mereka orang yang biasa-biasa saja, bahkan orang-orang tidak berguna menurut ukuran dunia. Tetapi justru yang bodoh bagi dunia itu dipilih oleh Tuhan untuk mempermalukan orang-orang yang dianggap berhikmat oleh ukuran dunia. Mereka dipilih oleh Tuhan untuk mempermalukan orang-orang yang kuat. Apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, justru dipilih oleh Tuhan.

Pada hari-hari ini, ketika kita sudah berada di dalam Tuhan, kita pasti bisa melihat bahwa ada banyak orang-orang yang sok pintar secara duniawi, padahal sebenarnya mereka bodoh. Tetapi kita juga bisa melihat di sisi lain, ada orang-orang yang sangat sederhana, tetapi justru mereka dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaan-Nya. Sekolah tinggi tidak menjamin orang memiliki pikiran yang lurus dan sehat. Bukan berarti sekolah itu tidak penting, tetapi hikmat dari Tuhan seharusnya dipakai termasuk ketika kita mendapatkan kesempatan untuk memiliki pendidikan di jenjang yang tinggi. Artinya, meskipun kita dianggap tidak berguna oleh dunia ini, jangan sampai kita merasa rendah diri. Kita pun memiliki kesempatan yang sama untuk dipakai Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

Tuhan sedang memilih jemaat lokal untuk menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran. Kita mendapatkan mandat yang sangat penting dari Tuhan. Kita bertugas untuk bersinar bagi dunia ini, untuk memancarkan terang-Nya bagi dunia ini. Itulah peran penting dari jemaat lokal. Jemaat lokal saat ini menjadi pengganti bagi orang-orang Yahudi atau bangsa Israel, yang dulu pernah menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran, sebelum masa Yohanes Pembaptis tampil. Tetapi mereka gagal menggunakan wewenang tersebut. Bahkan mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Mesias dan Juruselamat mereka.

Jemaat di Korintus memiliki anggota-anggota yang sederhana. Karena itulah mereka harus bersatu, sehati sepikir dan tidak saling berselisih paham. Seandainya ada yang pintar sekalipun di antara jemaat di Korintus, jangan sampai mereka memegahkan diri. Yang patut dilakukan adalah bermegah di dalam Yesus Kristus dengan menyadari bahwa segala kepandaian dan karunia-karunia yang ada, semuanya itu berasal dari Yesus Kristus dan dikembalikan untuk kemuliaan nama Yesus Kristus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *