Tukang Sihir Yang Bertobat (Jelajah PB 424)

Kisah Para Rasul 8:18-25

Simon si tukang sihir melihat apa yang dilakukan oleh para rasul itu. Simon tertarik dengan kuasa itu. Dalam pikirannya, mungkin dia menginginkan kuasa itu, supaya bisa terkenal kembali, seperti pada saat dia masih menjadi tukang sihir. Dia menawarkan uang kepada para rasul dan meminta supaya kuasa itu juga diberikan kepada dia. Ternyata Simon dibaptis bukan karena percaya sungguh-sungguh kepada Yesus di dalam hatinya. Dia bersedia dibaptis karena menginginkan kuasa atau mujizat yang lebih hebat. Ini salah satu tanda bahwa mujizat tidak bisa dipakai menjadi dasar untuk beriman kepada Tuhan. Ketika kita mendasarkan iman kita kepada mujizat, maka iman kita akan kandas ketika kita tidak lagi melihat mujizat dari Tuhan.

Kuasa Roh Kudus tidak bisa dibeli. Manusia juga tidak memiliki kemampuan untuk mengatur Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan sendiri. Jangan sampai kita berani-berani untuk mengatur Roh Kudus. Simon mencoba untuk membeli Roh Kudus, tetapi Petrus justru menegor dia dengan keras. Petrus mengatakan bahwa pada saat itu hati Simon sedang tidak lurus di hadapan Tuhan. Karena itu Petrus berkata supaya Simon benar-benar bertobat kepada Tuhan, karena apa yang dilakukan itu adalah kejahatan. Petrus juga berkata bahwa dia melihat hati Simon seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan. Mendengar perkataan Petrus itu, Simon meminta supaya Petrus mendoakan dia, supaya apa yang dikatakan oleh Petrus itu tidak terjadi pada Simon. Sepertinya Simon menyesal dengan apa yang baru saja dilakukannya. Selain itu dia juga ketakutan, karena melihat bahwa para rasul sangat berkuasa.

Jangan sampai kita mengalami hal yang sama. Jangan sampai kita menjadi orang Kristen dengan motivasi yang salah, yaitu untuk mendapatkan mujizat atau kuasa. Jangan sampai kita menjadi orang Kristen yang tidak bisa menyadari diri bahwa sebenarnya kita ini adalah orang berdosa yang bisa binasa kekal. Harusnya kita mengucap syukur atas kasih karunia Tuhan yang telah membebaskan kita dari dosa, bukan hanya sekedar terpukau dengan mujizat. Jika ada seorang dukun yang bertobat, seharusnya kita mengajarkan kebenaran firman Tuhan dengan sungguh-sungguh kepada dia. Jangan sampai mereka hanya beralih profesi, dulu menjadi dukun dan sekarang menjadi orang Kristen yang mirip dukun.

Orang yang menjadi Kristen dengan tujuan yang tidak benar, maka mereka akan binasa. Untung saja Simon segera menyadari kesalahannya dan meminta Petrus untuk mendoakannya supaya dia tidak binasa. Karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami dengan sungguh-sungguh firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Kita harus beriman dengan berpengertian, bukan beriman dari hal-hal lain selain Alkitab.

Setelah melakukan pembaptisan Roh Kudus, para rasul bersaksi dan memberitakan firman Tuhan kepada orang-orang Samaria. Inilah yang terpenting yang bisa kita lakukan pada saat ini, yaitu bersaksi tentang firman Tuhan. Ingat, jangan kita bersaksi tentang hidup kita atau tentang kesuksesan hidup kita. Kita harus bersaksi tentang firman Tuhan. Atau kita juga bisa bersaksi tentang perubahan perilaku kita setelah kita percaya kepada Tuhan.

Para rasul itu kemudian kembali ke Yerusalem. Dalam perjalanan mereka menuju Yerusalem, mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria. Para rasul tidak lagi melakukan baptisan Roh Kudus. Yang mereka lakukan adalah memberitakan Injil.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *