Karunia Mujizat Hanya Milik Para Rasul (Jelajah PB 403)

Kisah Para Rasul 3:11-15

Dengan peristiwa kesembuhan orang lumpuh, Petrus memiliki kesempatan untuk berkhotbah kembali. Saat ini Petrus berkhotbah di Bait Suci, di Serambi Salomo. Orang banyak yang keheranan itu mengerumuni Petrus dan Yohanes, untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi. Tuhan Yesus memakai para rasul untuk menjadi saksi atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Kematian Yesus sudah banyak yang menjadi saksi, karena orang-orang Yahudi sendiri yang telah menyalibkan-Nya. Tugas para rasul saat ini adalah menyaksikan dan memberitakan tentang kebangiktan-Nya. Untuk kebangkitan Yesus, tidak banyak yang menjadi saksi. Memang ada lebih dari lima ratus orang yang bisa menyaksikan Yesus bangkit, karena Yesus menampakkan diri kepada mereka. Merekalah yang menjadi saksi bagi orang lain.

Tuhan Yesus tidak menampakkan diri kepada semua orang Yahudi, karena mereka semua telah menolak-Nya dan menyalibkan-Nya. Saat ini Yesus sedang memberikan kesempatan kepada semua bangsa di bumi ini untuk masuk menjadi orang yang percaya kepada-Nya. Fungsi tiang penopang dan dasar kebenaran yang pernah diberikan kepada orang Yahudi telah dihentikan. Sekarang Tuhan mendirikan jemaat, yang berfungsi menggantikan bangsa Yahudi menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Timotius 3:15). Jemaat ini menyebar dan ada di mana-mana. Merekalah yang seharusnya menjadi terang bagi banyak orang dan banyak bangsa, supaya semakin banyak orang yang mendengar kebenaran dan diselamatkan.

Dulu, orang-orang yang ingin mengenal kebenaran, mereka harus datang kepada orang Yahudi. Mereka harus datang ke Bait Suci di Yerusalem. Bangsa Yahudi pernah menjadi bangsa yang cemerlang, yang disegani oleh bangsa-bangsa lain, yaitu pada saat pemerintahan raja Salomo. Tetapi ternyata mereka tidak bisa menetapkan hati untuk menjadi contoh dan teladan bagi banyak orang di dunia ini. Berkali-kali mereka jatuh dalam penyembahan berhala dan memberontak kepada Tuhan. Pada akhirnya, mereka menolak Juruselamat dan Mesias yang sudah dijanjikan sejak ribuan tahun sebelumnya. Keteladanan orang Yahudi dalam menyatakan kebenaran sudah berakhir. Sekarang menjadi tugas jemaat untuk menyatakan kebenaran dan memberitakan tentang kabar keselamatan kepada orang-orang.

Petrus berkata dengan kerendahan hati bahwa peristiwa mujizat atas orang lumpuh tersebut bukan karena kehebatan dan kesalehan mereka. Petrus dengan tegas menjelaskan bahwa mujizat tersebut berasal dari Yesus Kristus, yang telah dibunuh dan disalibkan oleh orang-orang Yahudi. Yesus disebut oleh Petrus sebagai Yang Kudus dan Benar. Petrus juga menjelaskan bahwa Yesus yang telah dibunuh itu telah bangkit dari antara orang mati. Petrus dan para rasul lainlah yang menjadi saksi atas kebangkitan Tuhan Yesus itu.

Untuk mengokohkan kesaksian para rasul, maka Tuhan memberikan kepada para rasul karunia untuk melakukan mujizat. Hari ini Tuhan tidak lagi memberikan karunia untuk melakukan mujizat, karena sudah tidak ada rasul dan saksi hidup atas kebangkitan Yesus. Yang kita lakukan saat ini adalah memberitakan keselamatan berdasarkan Alkitab, yang adalah kesaksian para rasul. Kita tidak perlu menginginkan kuasa untuk melakukan mujizat. Meskipun hari ini Tuhan tidak memberikan karunia mujizat, tetapi Tuhan tetap mendengarkan doa kita. Karena itulah penting bagi kita untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan ketika kita sedang sakit. Ketika kita berdoa atau mendoakan orang lain ternyata sembuh, itu tidak berarti bahwa kita memiliki karunia melakukan mujizat. Itu menandakan bahwa Tuhan mendengar dan mengabulkan doa kita.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *