Di Antara Penyembah Benda Mati (Jelajah PB 470)

Kisah Para Rasul 17:28-34

Paulus terus bersemangat memberitakan Injil di Areopagus. Paulus berkata bahwa di dalam Tuhan, manusia hidup, bergerak dan ada. Untuk meyakinkan orang-orang Atena, Paulus juga mengutip karya dari para pujangga yang dihormati di Atena. Pujangga mereka juga mengatakan bahwa manusia berasal dari keturunan Tuhan juga.

Karena manusia berasal dari keturunan Tuhan, maka seharusnya manusia tidak berpikir bahwa hal-hal yang ilahi disamakan dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Memang sulit untuk meyakinkan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, supaya mereka tidak menyembah sesuatu yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Manusia yang adalah keturunan dari Tuhan sebenarnya tidak patut menyembah benda-benda yang mati. Tetapi hal itu telah dilakukan oleh sebagian besar manusia di dunia. Bahkan bangsa Israel pun pernah melakukan hal yang sama, di beberapa generasi dan dilakukan berkali-kali. Padahal mereka adalah orang-orang yang bisa melihat mujizat serta kuasa Tuhan secara langsung.

Hari ini pun masih banyak manusia di dunia ini yang menyembah benda mati, seperti patung atau berhala. Padahal itu tidak boleh dan sudah diperingatkan berkali-kali. Bahkan tidak sedikit orang Kristen melakukan hal yang sama. Ada orang Kristen yang meninggikan Alkitab sebagai benda yang memiliki kuasa, bukan meninggikan Alkitab sebagai firman kebenaran. Ada orang Kristen yang meninggikan kayu salib sebagai penjaga rumah, bukan menggunakan kayu salib sebagai benda simbolik.

Memang dulu pernah ada zaman kebodohan. Orang tidak mengerti kebenaran, sehingga mereka meninggikan atau menyembah benda-benda mati. Tetapi setelah mereka mendengar kebenaran, seharusnya mereka meninggalkan kebiasaan tersebut. Seharusnya mereka keluar dari kehidupan yang gelap dan bodoh itu serta menyembah Tuhan yang hidup dan yang berkuasa. Karena itulah Tuhan menginginkan supaya manusia bertobat. Supaya manusia tidak menyembah benda mati, tetapi menyembah Tuhan yang hidup.

Tuhan sudah memberikan peringatan kepada manusia bahwa suatu hari Ia akan menghakimi manusia dengan adil. Yang akan menghakimi dunia ini adalah Yesus Kristus. Dia adalah Hakim yang adil. Jika Dia akan menghakimi dunia ini, sangat baik kita untuk bersikap baik terhadap Dia dan mengasihi Dia dengan segenap hati. Semua manusia di muka bumi ini, dari berbagai agama dan kepercayaan, pada akhirnya akan dihakimi oleh Dia. Bukti bahwa Yesus adalah Hakim, ialah kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Yesus Kristus sudah bangkit dari kematian dan yang menjadi saksi adalah para murid-Nya. Setelah kebangkitan, Dia menampakan diri kepada lebih dari lima ratus orang. Awalnya Paulus juga tidak percaya dengan kebangkitan Yesus. Sampai pada akhirnya Paulus bertemu dengan Yesus secara langsung.

Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada di antara mereka yang mengejek Paulus. Paulus akhirnya pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya. Di antara mereka ada Dionisius, anggota majelis Areopagus. Ada juga seorang perempuan yang bernama Damaris serta beberapa orang lain menggabungkan diri dengan Paulus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *