Anak Muda yang Siap Melayani Tuhan (Jelajah PB 461)

Kisah Para Rasul 16:1-8

Setelah Paulus berpisah dengan Barnabas, Paulus pergi ke Derbe dan Listra. Paulus mengambil jalan darat ke utara, sedangkan Barnabas melewati jalan laut ke Siprus. Saat ini Paulus memiliki teman seperjalanan dan misi, yaitu Silas. Ketika sampai di Listra, Paulus bertemu dengan seorang murid yang bernama Timotius. Timotius disebut sebagai murid karena dia sudah percaya kepada Yesus. Sepertinya Timotius percaya Yesus bukan karena pemberitaan Paulus. Di Listra terjadi pemuridan secara terus menerus, sehingga Timotius mendapatkan pengajaran dari orang-orang yang sudah bertobat terlebih dahulu. Ibu Timotius adalah seorang Yahudi yang telah percaya kepada Yesus. Sedangkan ayah Timotius adalah seorang Yunani.

Timotius dikenal baik oleh orang-orang percaya di Listra dan Ikonium. Mungkin Timotius adalah seorang pemuda yang cekatan dan aktif, sehingga dikenal baik, bahkan sampai di Ikonium. Paulus menginginkan supaya Timotius menyertainya dalam perjalanan. Paulus melihat bahwa Timotius memiliki karakter dan potensi yang baik untuk menjadi hamba Tuhan. Seorang pemuda yang biasa aktif di gereja, sebaiknya diberi kesempatan untuk melayani Tuhan penuh waktu. Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini, selain melayani Tuhan. Memang ada banyak pekerjaan yang baik, tetapi dari semuanya itu yang paling indah adalah kesempatan untuk melayani Tuhan. Ada banyak pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang. Tetapi ada yang lebih indah dari itu, yaitu pekerjaan Tuhan yang bisa menghasilkan berkat kekal.

Paulus meminta supaya Timotius disunat. Hal itu dilakukan sebagai salah satu cara atau strategi untuk penginjilan kepada orang-orang Yahudi. Ketika Paulus membawa Timotius ke sinagoge, maka tidak akan terjadi masalah dengan orang-orang Yahudi. Setiap orang di sana tahu bahwa ayah Timotius adalah seorang Yunani. Permintaan sunat itu tidak ada hubungannya dengan keselamatan, tetapi sebagai salah satu cara supaya mudah diterima oleh orang-orang Yahudi. Masih banyak orang-orang Yahudi yang menjadikan status tidak bersunat sebagai cara untuk menjauhi orang-orang percaya.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota, Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil oleh para rasul dan para penatua di Yerusalem. Keputusan itu disampaikan supaya dilaksanakan oleh semua jemaat. Keputusan tersebut pasti membuat banyak orang percaya yang bukan Yahudi bisa bernafas lega, karena tidak ada kewajiban untuk melaksanakan sunat lahiriah. Jemaat-jemaat tersebut juga diteguhkan dalam iman, sehingga semakin lama jumlah jemaat juga semakin meningkat.

Selanjutnya Paulus dan rombongannya melintas di tanah Frigia dan Galatia. Pada saat itu, Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Tidak dicatat alasan mengenai pencegahan tersebut. Kemungkinan memang pada saat itu belum saatnya untuk memberitakan Injil di Asia, salah satunya karena perbedaan bahasa dan budaya. Roh Kudus mengarahkan mereka untuk memberitakan Injil terlebih dahulu ke Yunani.

Pada saat mereka sampai di Misia, mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia. Tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *