Percaya Tanpa Melihat Mujizat (Jelajah PB) 319

Yohanes 4:43-54

Tuhan Yesus kembali ke utara, ke Galilea setelah dua hari berada di Samaria. Di sana ada peristiwa yaitu ada anak seorang pegawai istana sedang sakit, di Kapernaum. Ketika pegawai istana itu mendengar bahwa Yesus datang ke Galilea, pergilah pegawai istana itu kepada Tuhan Yesus dan meminta supaya Tuhan Yesus mau menyembuhkan anaknya. Dikatakan disitu bahwa anaknya itu hampir mati.

Tentunya orang-orang Galilea sudah mendengar tentang air yang berubah menjadi anggur. Karena pada saat itu pesta dan banyak orang datang, maka ketika sesuatu terjadi, maka kabar itu akan sangat cepat menyebar. Apalagi peristiwa itu adalah peristiwa yang tidak pernah terjadi sebelumnya, di luar akal manusia biasa. Sama dengan zaman sekarang, orang akan susah untuk tidak menyebarkan kabar yang menarik. Bahkan banyak orang berlomba-lomba supaya merekalah yang pertama menjadi pembawa beritanya.

Ketika Yesus datang lagi ke sekitar Galilea, pasti ada banyak orang yang ingin segera mengetahui-Nya, karena mungkin Yesus sudah sangat dikenal oleh mereka karena peristiwa air menjadi anggur itu. Pegawai istana ini sebenarnya meminta Yesus untuk datang ke rumahnya. Tetapi Tuhan Yesus ingin melihat apakah mereka benar-benar mempunyai iman percaya kepada Tuhan Yesus. Karena itu Tuhan Yesus tidak datang ke rumah pegawai istana itu, tetapi hanya berkata, “Pergilah, anakmu hidup!”

Ternyata orang itu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dan pergi sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus katakan. Ternyata iman percaya mereka sangat baik. Perjalanan orang itu sangat jauh, sehingga ketika dia bertemu dengan orang yang menyongsongnya di tengah perjalanan, mereka mengatakan bahwa anaknya sudah sembuh. Pegawai istana ini bertanya untuk memastikan, pukul berapa anak itu mulai sembuh. Mereka berkata hal itu terjadi kemarin siang. Pegawai istana ini mengingat peristiwa hari sebelumnya dan dia memastikan bahwa waktu anaknya sembuh adalah ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa anak itu sudah sembuh.

Lalu ia dan seluruh keluarga percaya kepada Tuhan. Seluruh keluarganya percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Bagaimana dengan kita, apakah seluruh keluarga kita sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang menyelamatkan kita dari dosa? Sudahkah seluruh keluarga kita diselamatkan? Jika belum, maka kita harus berdoa dan belajar untuk mengerti berita Injil. Orang yang sudah mengerti berita Injil akan mengalami perubahan dalam hidupnya. Hidupnya akan lebih tertata dan menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang yang ada didekatnya, terutama keluarganya.

Dua peristiwa di atas kita bisa melihat bahwa kita bisa percaya kepada Tuhan tanpa melihat mujizat. Perempuan Samaria bisa bersaksi kepada banyak orang tanpa harus mengalami mujizat. Akhirnya semua orang yang datang kepada Yesus, mereka dari kota Samaria percaya kepada Yesus. Demikian juga dengan pegawai istana ini. Dia belum melihat mujizat Tuhan terjadi atas anaknya. Tetapi dia percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Baru kemudian anaknya mengalami mujizat dari Tuhan.

Berdoalah untuk saudara-saudari kita yang belum percaya kepada Tuhan. Belajarlah untuk mengerti tentang keselamatan yang diberikan oleh Tuhan. Kita harus yakin bahwa kita sudah diselamatkan supaya kita bisa juga memberitakan kepada orang lain dengan yakin. Kita juga harus menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain melalui perilaku kehidupan kita dan perubahan hidup kita.

Views: 15

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top