Gulungan Kitab Termeterai (Jelajah PB 1061)

Wahyu 5:1-5

Pasal ini mencatat mengenai peristiwa di atas. Yohanes mendapatkan penglihatan, bahwa di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, ada sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan luarnya. Gulungan kitab itu dimeterai dengan tujuh meterai. Jika gulungan kitab ini dimeterai, maka isinya bersifat rahasia. Hanya penerima kitab saja yang bisa membuka dan membacanya.

Tidak dijelaskan mengenai isi dari kitab ini. Sepertinya ini bukan kitab kehidupan. Mungkin kitab ini berkaitan dengan berakhirnya dunia ini. Dunia ini akan lenyap. Kita mengetahui bahwa di bawah bumi ini ada bara api. Hal itu bisa dilihat ketika ada gunung yang menyemburkan api dari bawah bumi. Memang bumi ini ada bukan untuk selama-lamanya. Sampai pada waktunya meterai itu dibuka, baru bisa tahu akan isi dari gulungan kitab tersebut.

Sepertinya ada hal atau peristiwa yang akan terjadi, tetapi masih ditahan. Ketika yang menahan sudah tidak ada, meterai sudah tercabut, maka terjadilah apa yang tertulis di dalam gulungan kitab tersebut. Ada tujuh meterai, yang melambangkan angka ilahi. Yohanes juga melihat ada malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?”

Yang layak membuka gulungan kitab ini tentu adalah yang tidak berdosa, yang menang atas maut. Ini adalah meterai yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Manusia yang berdosa, tidak akan layak untuk membuka meterai ini. Tidak ada seorang pun yang di Surga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi (ini adalah gambaran letak neraka), yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

Di bawah bumi (tepatnya di pusat bumi) adalah pusat api. Neraka itu juga berisi api. Kita belum tahu pasti, apakah neraka itu berada di pusat bumi atau di tempat lain. Untuk sementara mungkin bisa demikian, tetapi pada saatnya nanti, bumi ini akan hancur. Mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang layak untuk membukan gulungan kitab tersebut, menangislah Yohanes. Yohanes sangat sedih karena tidak bisa melihat sebelah dalam gulungan kitab tersebut.

Ternyata tidak ada seorang pun yang tidak berdosa. Tidak ada seorang pun yang menang atas maut. Tidak ada seorang pun yang memiliki kepatutan untuk membuka gulungan kitab tersebut. Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi perantara antara Tuhan dengan manusia, selain Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Tuhan, yang memberi jalan damai antara Bapa dengan manusia. Ia adalah manusia yang tidak berdosa, yang siap sedia menjadi jalan bagi manusia untuk bertemu dengan Bapa.

Lalu berkatalah seorang dari tua-tua kepada Yohanes, “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.” Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang patut untuk membuka gulungan kitab tersebut, selain Yesus Kristus. Maka, sebagai orang percaya, kita harus tetap setia kepada Kristus dan tidak berharap kepada yang lain.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *