03 Imamat

Tepung Terbaik (Jelajah PL 385)

Imamat 2:1-3 Ada beberapa jenis korban yang dijelaskan di dalam Imamat. Di pasal ini dijelaskan mengenai korban sajian. Semua korban ini ingin menggambarkan pengorbanan Yesus Kristus. Memang tidak ada yang bisa menggambarkan pengorbanan Yesus Kristus dengan sempurna. Karena itu, setiap korban persembahan akan menggambarkan ciri tertentu dari Yesus. Korban bakaran menggambarkan Yesus Kristus yang sedang […]

Tepung Terbaik (Jelajah PL 385) Read More »

Sesuai Cara Tuhan (Jelajah PL 384)

Imamat 1:11-17 Setelah disembelih dan darahnya disiramkan di sekeliling mezbah, maka korban itu dikuliti dan dagingnya dipotong-potong menurut bagian-bagian tertentu. Anak-anak Harun menaruh api di atas mezbah dan menyusun kayu di atas api itu. Mereka mengatur potongan-potongan korban itu dan kepala serta lemaknya di atas kayu yang sedang menyala itu. Ketika dibakar, maka ini menjadi

Sesuai Cara Tuhan (Jelajah PL 384) Read More »

Darah Tercurah (Jelajah PL 383)

Imamat 1:4-10 Ketika domba dan lembu itu sudah tersedia untuk dikorbankan, tidak serta merta bahwa keselamatan itu akan didapatkan. Ada hal lain yang perlu dikerjakan. Harus ada imam yang memegang kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya. Tersedianya Juruselamat tidak serta merta akan membawa dampak keselamatan bagi manusia. Domba

Darah Tercurah (Jelajah PL 383) Read More »

Tidak Bercela (Jelajah PL 382)

Imamat 1:4-10 Syarat lain dari persembahan korban itu haruslah dari binatang jantan dan tidak bercela. Jantan menggambarkan Yesus Kristus, juga menggambarkan kekuatan. Yesus Kristus kuat untuk menyelamatkan umat-Nya, sampai kepada penyaliban. Demikian juga dengan Tuhan sendiri, di dalam Alkitab selalu digambarkan sebagai laki-laki. Tuhan dipanggil Bapa, sedangkan Yesus Kristus disebut Putera. Hari ini ada gerakan

Tidak Bercela (Jelajah PL 382) Read More »

Dewasa Secara Rohani (Jelajah PL 381)

Imamat 1:2-4 Perbuatan baik manusia tidak akan terlihat baik di hadapan Tuhan, meskipun kita melihatnya semua itu baik. Menurut Yesaya 64:6, perbuatan yang paling baik atau saleh dari kita pun seperti kain kotor di hadapan Tuhan. Semua yang kita lakukan, telah tercemar oleh dosa. Karena itulah, perlu ada cara lain untuk menyelesaikan dosa. Dosa harus

Dewasa Secara Rohani (Jelajah PL 381) Read More »

Scroll to Top