Jelajah PL

Keahlian Khusus (Jelajah PL 345)

Keluaran 31:1-6 Seseorang mendapatkan talenta dari Tuhan, sepertinya disesuaikan dengan tempat kelahirannya dan waktu dia lahir. Orang bisa memiliki kepandaian atau hobi yang sama, tetapi belum tentu mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipakai oleh Tuhan. Orang itu juga belum tentu memiliki keinginan yang sama untuk melayani Tuhan. Kita tidak bisa menyombongkan diri dengan semua yang […]

Keahlian Khusus (Jelajah PL 345) Read More »

Mengerjakan Pekerjaan Tuhan (Jelajah PL 344)

Keluaran 31:1-6 Tuhan sudah selesai memberikan perintah kepada Musa mengenai Kemah Suci dan semua perabotan yang diperlukan. Pada waktu itu, Musa tidak hanya mendengarkan semua perintah Tuhan itu. Musa bahkan ditunjukkan secara visual, mendapatkan penglihatan tentang semua yang harus dibuatnya. Jika kita membaca keterangan detail di dalam kitab ini, kita tidak bisa membayangkannya. Yang dicatat

Mengerjakan Pekerjaan Tuhan (Jelajah PL 344) Read More »

Pengurapan dan Ukupan (Jelajah PL 343)

Keluaran 30:22-38 Tuhan memberikan resep untuk membuat minyak urapan. Minyak urapan ini dibuat khusus, tidak seperti minyak urapan yang beredar serta dipakai oleh gereja-gereja tertentu pada hari ini. Di zaman Perjanjian Lama, minyak urapan dipakai untuk mengkhususkan atau menguduskan sesuatu bagi Tuhan. Semua yang sudah diurapi dengan minyak itu, tidak bisa digunakan dengan sembarangan. Untuk

Pengurapan dan Ukupan (Jelajah PL 343) Read More »

Bejana Pembasuhan (Jelajah PL 342)

Keluaran 30:17-21 Perabotan selanjutnya adalah bejana pembasuhan. Bejana ini diberi alas tembaga, ditempatkan di antara Kemah Pertemuan dan mezbah (korban bakaran). Di dalam bejana itu ditaruh air. Bejana ini berfungsi untuk membasuh para imam yang akan bertugas dan masuk ke dalam Kemah Suci. Orang yang ingin masuk menghadap Tuhan, ia harus dibasuh terlebih dulu. Bisa

Bejana Pembasuhan (Jelajah PL 342) Read More »

Persembahan Khusus (Jelajah PL 341)

Keluaran 30:11-16 Setiap orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus adalah imam, imaamat yang rajani. Artinya, kita bisa langsung berdoa kepada Tuhan Yesus, tanpa melalui perantara manusia lain. Imam Besar kita adalah Yesus Kristus, saat ini berada di Surga, menjadi perantara antara kita dengan Bapa di Surga. Yesus juga berdoa bagi kita, seperti di dalam

Persembahan Khusus (Jelajah PL 341) Read More »

Scroll to Top