Jelajah PL

Kemah dan Bait Suci (Jelajah PL 370)

Keluaran 36:8-38 Kemah Suci mulai dibuat, dilakukan oleh orang-orang Israel yang diberi keahlian serta memiliki hati untuk melayani Tuhan. Semua yang disampaikan oleh Tuhan dikerjakan dengan sangat detail. Kita bisa membaca detailnya di pasal ini, karena penjelasan yang disampaikan ini sangat teknis yang harus dikerjakan para ahli. Kemah Suci ini dibuat sedemikian rupa, supaya mudah […]

Kemah dan Bait Suci (Jelajah PL 370) Read More »

Keahlian Bagi Tuhan (Jelajah PL 369)

Keluaran 35:30-36:7 Selain barang-barang berharga, orang Israel juga ada yang mempersembahkan keahlian mereka. Ada perempuan-perempuan yang memiliki kemampuan untuk memintal dan membuat kain. Ada orang-orang yang diberi kemampuan merancang dan membuat segala sesuatu yang diperlukan. Artinya, setiap orang diberi kemampuan khusus, untuk diberikan dan dipersembahkan kepada Tuhan. Seandainya kita tidak memiliki uang atau keahlian yang

Keahlian Bagi Tuhan (Jelajah PL 369) Read More »

Terdorong Hatinya (Jelajah PL 368)

Keluaran 35:5-29 Semua persembahan itu harus ditujukan kepada Tuhan dan diperuntukkan bagi suku Lewi. Demikian juga suku Lewi memberikan persembahan persepuluhan ditujukan kepada Tuhan dan diperuntukkan bagi para imam. Pada prinsipnya, semua persembahan harus ditujukan kepada Tuhan. Semua harta yang ada pada kita adalah milik Tuhan. Setelah para umat memberikan persembahan kepada Tuhan, maka Tuhanlah

Terdorong Hatinya (Jelajah PL 368) Read More »

Sabat dan Persembahan (Jelajah PL 367)

Keluaran 35:4-19 Kita yang hidup di zaman modern ini tidak boleh kalah dengan orang-orang yang hidup di masa Perjanjian Lama. Jika mereka diajarkan secara paksa dan simbolik untuk mementingkan Tuhan, seharusnya kita menyediakan waktu bagi Tuhan dengan kerelaan hati. Kita yang seharusnya sudah memiliki pengertian lebih rohani dari mereka, justru harus lebih mengutamakan Tuhan. Masih

Sabat dan Persembahan (Jelajah PL 367) Read More »

Menyisihkan Waktu Bagi Tuhan (Jelajah PL 366)

Keluaran 35:2-3 Manusia bukan saja perlu beristirahat secara jasmani, tetapi juga perlu memenuhi keperluan rohani. Itulah Sabat bagi orang Israel. Tuhan memberi perintah kepada orang Israel untuk menguduskan hari Sabat. Menguduskan artinya memisahkan atau mengkhususkan sesuatu untuk tujuan khusus (tertentu). Hari Sabat harus menjadi hari perhentian kudus bagi bangsa Israel. Hari Sabat menjadi hari perhentian

Menyisihkan Waktu Bagi Tuhan (Jelajah PL 366) Read More »

Scroll to Top