Surat Paulus

Iman itu Bukan Perbuatan (Jelajah PB 745)

Efesus 2:4-10 Dulu kita memang mati karena hidup dalam kedurhakaan bersama dengan sebagian besar manusia di bumi ini. Tetapi sekarang, Tuhan yang kaya dengan rahmat dan penuh kasih yang besar, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus. Saat kita bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, maka kita pun hidup di dalam Kristus. Karena kasih karunia-Nya, maka

Iman itu Bukan Perbuatan (Jelajah PB 745) Read More »

Kedurhakaan Makin Parah (Jelajah PB 744)

Efesus 2:1-3 Ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus, maka kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita untuk memperbaharui hidup kita yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus. Iman kita seharusnya didasarkan pada firman Tuhan, bukan pada perasaan. Karena itu, setelah bertobat dan percaya kepada Yesus, kita tidak merasakan apa-apa pada

Kedurhakaan Makin Parah (Jelajah PB 744) Read More »

Jemaat Lokal Yang Kudus (Jelajah PB 743)

Efesus 1:18-23 Pada saat surat Efesus ini ditulis, pewahyuan belum berhenti. Pewahyuan dan pengilhaman dari Tuhan berhenti setelah para rasul meninggal dunia. Yang paling terakhir menerima pewahyuan adalah Yohanes, pada saat di pulau Patmos. Pada saat itu Yohanes menuliskan kitab Wahyu, sebagai pewahyuan terakhir dari Tuhan. Selama para rasul masih ada di dunia ini, maka

Jemaat Lokal Yang Kudus (Jelajah PB 743) Read More »

Meneladani Jemaat di Efesus (Jelajah PB 742)

Efesus 1:15-17 Kepercayaan seseorang kepada Yesus Kristus bisa berubah setiap saat. Di dunia ini banyak sekali pengaruh-pengaruh buruk yang membuat kita tidak setia kepada Yesus. Karena itu, kita perlu hati-hati. Kita seharusnya tetap kuat dan teguh di dalam iman percaya kita kepada Tuhan. Iman itu yang perlu dipertahankan sampai kesudahannya. Kita mungkin pernah membaca sejarah

Meneladani Jemaat di Efesus (Jelajah PB 742) Read More »

Scroll to Top