10 Efesus

Estafet Pemberitaan Injil (Jelajah PB 748)

Efesus 2:15-16 Perseteruan antara Tuhan manusia dilenyapkan, sehingga pada saat ini salib itu menjadi indah. Dulu, salib itu adalah sesuatu yang mengerikan. Salib adalah simbol kematian yang mengerikan. Dipastikan tidak ada orang yang menyimpan atau memakai aksesoris dalam bentuk salib. Tetapi sejak Yesus Kristus menang atas kayu salib itu, maka salib menjadi indah. Orang Kristen […]

Estafet Pemberitaan Injil (Jelajah PB 748) Read More »

Cara Melepaskan Kutuk (Jelajah PB 747)

Efesus 2:14-15 Jemaat Tuhan mendapatkan mandat untuk menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran, sejak Yohanes Pembaptis sampai kedatangan Yesus Kristus ke dunia yang kedua kalinya. Orang-orang percaya, baik secara individu maupun di dalam jemaat, seharusnya memberikan kesaksian yang baik bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Kesaksian kita itu yang membawa orang lain tertarik untuk mendengar berita

Cara Melepaskan Kutuk (Jelajah PB 747) Read More »

Iman itu Bukan Perbuatan (Jelajah PB 745)

Efesus 2:4-10 Dulu kita memang mati karena hidup dalam kedurhakaan bersama dengan sebagian besar manusia di bumi ini. Tetapi sekarang, Tuhan yang kaya dengan rahmat dan penuh kasih yang besar, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus. Saat kita bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, maka kita pun hidup di dalam Kristus. Karena kasih karunia-Nya, maka

Iman itu Bukan Perbuatan (Jelajah PB 745) Read More »

Kedurhakaan Makin Parah (Jelajah PB 744)

Efesus 2:1-3 Ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus, maka kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita untuk memperbaharui hidup kita yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus. Iman kita seharusnya didasarkan pada firman Tuhan, bukan pada perasaan. Karena itu, setelah bertobat dan percaya kepada Yesus, kita tidak merasakan apa-apa pada

Kedurhakaan Makin Parah (Jelajah PB 744) Read More »

Scroll to Top