08 2 Korintus

Bersukacita Karena Pertobatan (Jelajah PB 683)

2 Korintus 7:8-16 Paulus sadar bahwa suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus sangat keras dan mungkin telah menyakiti atau menyedihkan hati beberapa jemaat di sana. Meski demikian, Paulus tidak menyesal. Paulus mengakui bahwa memang dia pernah menyesal telah menuliskan surat itu, karena memang surat itu sangat keras dan menyakitkan. Tetapi ketika Paulus mendapatkan kabar […]

Bersukacita Karena Pertobatan (Jelajah PB 683) Read More »

Penghiburan Bagi Paulus (Jelajah PB 682)

2 Korintus 7:5-7 Ketika Paulus tiba di Makedonia, dia tidak merasakan tenang dalam tubuhnya. Di manapun juga Paulus selalu mengalami kesusahan. Dari luar terjadi pertengkaran sedangkan dari dalam terjadi ketakutan. Dari sini kita bisa melihat bahwa dari awal mula kekristenan, penggembalaan jemaat itu memang tidak mudah. Ketika memberitakan Injil, pasti akan menghadapi tantangan, terutama dari

Penghiburan Bagi Paulus (Jelajah PB 682) Read More »

Pemberitaan Injil Tersendat (Jelajah PB 681)

2 Korintus 7:2-4 Paulus mengajak jemaat Korintus untuk melihat kembali kehidupan dan perilaku Paulus pada saat  bersama-sama dengan mereka di Korintus. Paulus tidak pernah mencari untung atas mereka. Dan memang tidak boleh ada orang yang pergi memberitakan Injil dengan harapan mendapatkan keuntungan secara materi dan jasmani. Orang yang seperti itu pasti hanya akan mendekati orang-orang

Pemberitaan Injil Tersendat (Jelajah PB 681) Read More »

Pentingnya Karakter Kudus (Jelajah PB 680)

2 Korintus 7:1 Di dalam pasal 6 Paulus sudah memperingatkan kepada orang Kristen untuk berhati-hati mencari pasangan hidup. Prinsipnya cukup penting, yaitu mencari pasangan sesama orang percaya, sedangkan hal-hal yang lain, firman Tuhan memberikan kebebasan untuk memilih. Prinsip ini diberikan bukan untuk membatasi, tetapi bertujuan supaya kita tidak menyusahkan diri dan hidup dalam damai sejahtera.

Pentingnya Karakter Kudus (Jelajah PB 680) Read More »

Pasangan Seimbang (Jelajah PB 679)

2 Korintus 6:13-18 Paulus menginginkan jemaat Korintus terbuka kepadanya. Paulus ingin memposisikan jemaat Korintus sebagai anak-anak rohaninya. Paulus dengan tegas berkata kepada mereka supaya jemaat Korintus yang mau menikah, mereka harus mencari pasangan yang seimbang, yaitu dengan sesama orang percaya (seiman). Dalam hal ini, firman Tuhan memberikan satu prinsip dalam hal pernikahan. Artinya, untuk memilih

Pasangan Seimbang (Jelajah PB 679) Read More »

Scroll to Top