Jelajah PB

Bekerja Siang Malam (Jelajah PB 809)

1 Tesalonika 2:5-13 Dalam pelayanan dan pemberitaan Injil, Paulus tidak mau bermulut manis, tidak mau hanya menyenangkan orang. Dia juga tidak mencari pujian dari orang lain, sekalipun sebenarnya ia bisa berbuat demikian, apalagi sebagai rasul-rasul Kristus. Paulus melakukan segala sesuatu dengan benar dan dengan batas kewajaran. Hal itu memang patut untuk dilakukan. Sebagai rasul Yesus […]

Bekerja Siang Malam (Jelajah PB 809) Read More »

Ketulusan Pelayanan (Jelajah PB 808)

1 Tesalonika 2:1-4 Jemaat Tesalonika telah menjadi saksi. Iman mereka telah tersebar sampai ke mana-mana, bahkan sampai ke Makedonia dan Akhaya. Jemaat Tesalonika dikenal sebagai pengikut Kristus yang kuat dalam iman. Paulus sangat senang ketika mendengar bahwa jemaat di Tesalonika memiliki iman dan kuat serta perilaku yang baik. Sepertinya di Tesalonika ada orang-orang yang menghasut

Ketulusan Pelayanan (Jelajah PB 808) Read More »

Menjadi Saksi Yang Nyata (Jelajah PB 807)

1 Tesalonika 1:6-10 Kita seharusnya mengikuti orang yang belajar firman berdasarkan Alkitab, bukan berdasarkan mimpi atau penglihatan. Saat ini Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Tuhan tidak lagi memberikan firman-Nya melalui mimpi atau penglihatan. Semuanya itu sudah lewat, yaitu dulu pada saat masa pewahyuan. Setelah Alkitab lengkap sesuai dengan kanon

Menjadi Saksi Yang Nyata (Jelajah PB 807) Read More »

Tekun Untuk Berharap (Jelajah PB 806)

1 Tesalonika 1:3-6 Paulus selalu mengingat pekerjaan iman dari jemaat di Tesalonika. Pekerjaan iman adalah segala sesuatu yang kita lakukan setelah bertobat dan percaya Yesus, setelah kita beriman kepada Yesus Kristus. Usaha kasih artinya setiap orang percaya saling memperhatikan satu dengan yang lain, saling mengasihi satu dengan yang lain. Karena terjalin kasih yang erat, maka

Tekun Untuk Berharap (Jelajah PB 806) Read More »

Benih Yang Tumbuh (Jelajah PB 805)

1 Tesalonika 1:1-2 Pada saat perjalanan misi pertama, Paulus bersama dengan Barnabas. Sedangkan pada perjalanan misi kedua, Paulus bersama dengan Silwanus. Artinya surat Tesalonika ini ditulis pada saat perjalanan misi Paulus yang kedua. Tesalonika merupakan kota yang cukup besar pada waktu itu. Di Kis 17, Paulus dan Silas memberitakan Injil di Tesalonika. Setiap sampai di

Benih Yang Tumbuh (Jelajah PB 805) Read More »

Scroll to Top