Jelajah PB

Dasar Pengajaran Iman (Jelajah PB 849)

1 Timotius 4:4-6 Di zaman Perjanjian Baru dan zaman gereja, tidak ada lagi makanan yang membuat orang menjadi najis. Di zaman Perjanjian Lama, salah satu penekanan dari ibadah simbolik adalah kesucian jasmani, sebagai simbol dari kesucian hati. Saat ini kita masuk ke dalam ibadah hakikat. Yang dipentingkan bukan lagi kesucian badan atau jasmani, tetapi kesucian […]

Dasar Pengajaran Iman (Jelajah PB 849) Read More »

Penyesatan Menggunakan Ajaran Setan (Jelajah PB 848)

1 Timotius 4:1-5 Ada banyak nasihat yang diberikan oleh Paulus kepada Timotius, karena Timotius menjadi gembala di jemaat Efesus sekaligus menjadi pengajar di sekolah teologi yang didirikan oleh Paulus di Efesus. Pada saat itu ada ajaran sehat yang disampaikan di Efesus. Ajaran itu berusaha untuk mencampurkan pengajaran kekristenan dengan Yudaisme. Karena itulah Paulus memberi tugas

Penyesatan Menggunakan Ajaran Setan (Jelajah PB 848) Read More »

Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (Jelajah PB 847)

1 Timotius 3:12-16 Melanjutkan mengenai persyaratan diaken, dia haruslah suami dari satu istri dan bisa mengurus anak-anak dan keluarganya dengan baik. Keluarga Kristen seharusnya menjadi keluarga teladan. Jika seorang diaken tidak bisa mengurus keluarga dengan baik, maka dia pun tidak akan bisa mengurus jemaat dengan baik. Karena itu, urusan keluarga yang lingkupnya lebih kecil harus

Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (Jelajah PB 847) Read More »

Syarat Diaken (Jelajah PB 846)

1 Timotius 3:8-11 Di dalam Efesus 4:11 dijelaskan mengenai jabatan atau jabatan yang ada di dalam jemaat pada waktu itu, yaitu: rasul, nabi, pemberita Injil (penginjil atau evangelis), gembala (penatua atau penilik) dan pengajar (guru). Di dalam Kis 6, muncul orang-orang yang dipilih di dalam jemaat untuk melayani meja. Rasul dan nabi sudah selesai tugasnya,

Syarat Diaken (Jelajah PB 846) Read More »

Salam Yang Beragama (Jelajah PB 845)

1 Timotius 3:6-7 Mungkin kita pernah bertemu atau diajar oleh orang-orang yang baru saja masuk Kristen. Mereka diajak dan diberi kesempatan untuk bersaksi ke mana-mana. Mereka menceritakan apa yang sudah mereka alami, termasuk latar belakang mereka sebelum menjadi Kristen. Orang seperti ini tidak akan mungkin bisa mengajarkan kekristenan yang benar. Mereka akan membawa pengajaran mereka

Salam Yang Beragama (Jelajah PB 845) Read More »

Scroll to Top