Jelajah PB

Jelajah PB 250 (Lukas 15:1-7)

Dalam perumpaman itu, Tuhan Yesus sedang memberi tahu bahwa orang-orang Farisi dan ahli Taurat adalah gembala manusia pada waktu itu yang diberi tanggungjawab untuk menggembalakan orang-orang Yahudi dan orang-orang non-Yahudi yang ingin belajar agama Yahudi. Mereka ternyata tidak mau mengajar sesuai dengan firman Tuhan. Karena itulah, Yesus pada waktu itu adalah Gembala yang sedang mencari […]

Jelajah PB 250 (Lukas 15:1-7) Read More »

Jelajah PB 249 (Lukas 15:1-7)

Tuhan kembali menggunakan perumpamaan dalam mengajar kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Perumpamaan ini dipakai untuk menyindir mereka, karena para pemungut cukai dan orang berdosa (menurut orang-orang Farisi dan ahli Taurat) suka mendengar pengajaran Yesus dan ternyata Yesus tidak menolak mereka. Pada waktu itu para pemungut cukai dianggap sebagai orang yang sangat berdosa. Mungkin

Jelajah PB 249 (Lukas 15:1-7) Read More »

Jelajah PB 248 (Lukas 14:27-35)

Mengasihi Tuhan lebih dari nyawanya sendiri, berarti dia siap untuk mati demi Kristus. Siap mati itu sama dengan pikul salib. Orang yang sedang pikul salib adalah orang yang sedang menuju kepada penghukuman mati, setiap saat. Ini adalah tuntutan dari Tuhan, resiko ketika kita memilih untuk mau menjadi murid Tuhan Yesu Kristus. Setelah itu, barulah kita

Jelajah PB 248 (Lukas 14:27-35) Read More »

Jelajah PB 247 (Lukas 14:25-26)

Pada waktu itu banyak sekali yang mengikut Yesus, sampai berduyun-duyun. Sebagian mereka mengikuti Yesus karena sekedar ikut-ikutan, tanpa pengertian yang jelas. Karena itu, Yesus berkata, “Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Perkataan Tuhan Yesus ini perlu dijelaskan,

Jelajah PB 247 (Lukas 14:25-26) Read More »

Jelajah PB 246 (Lukas 14:12-24)

Siapa yang harus kita undang tergantung dari kita sendiri, mau menerima apa dari orang yang kita undang tersebut. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang biasanya akan menerima balik apa yang pernah kita berikan. Apa yang manusia lakukan di dunia ini sangat tergantung dengan konsep keselamatan dan kekekalan. Jika kita percaya bahwa setelah kematian

Jelajah PB 246 (Lukas 14:12-24) Read More »

Scroll to Top