Jelajah PB

Manusia Rohani (Jelajah PB 599)

1 Korintus 2:14-16 Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, ketika kita menyatakan bertobat dan percaya kepada Yesus. Jika Roh Kudus ada di dalam hati kita, maka kita akan mulai bisa mengerti banyak perkara-perkara rohani secara bertahap. Saat itu, kita akan mulai mengerti pengajaran-pengajaran yang disimpulkan dan ditafsirkan dari ayat-ayat Alkitab. Karena itu, bagi pembaca […]

Manusia Rohani (Jelajah PB 599) Read More »

Jaminan Roh Kudus (Jelajah PB 598)

1 Korintus 2:10-13 Orang-orang di Perjanjian Lama percaya kepada Juruselamat yang akan datang, dengan cara menyembelih dan mengorbankan domba. Kita hari ini, percaya kepada Juruselamat yang sudah datang. Kita percaya tanpa perlu ritual simbolik lagi, tetapi lebih kepada menyembah Tuhan dengan hati, dalam roh dan kebenaran. Inilah rahasia Tuhan tersembunyi, yang belum dibukakan kepada orang-orang

Jaminan Roh Kudus (Jelajah PB 598) Read More »

Rahasia Tuhan (Jelajah PB 597)

1 Korintus 2:7-9 Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, tidak ada manusia yang bisa masuk Sorga karena dosa tersebut. Manusia sudah terpisah dengan Tuhan karena dosa itu. Dosa tersebut harus diselesaikan, supaya manusia bisa memiliki hidup kekal bersama dengan Tuhan. Tuhan itu maha adil sehingga dosa harus dihukum. Tuhan maha suci, sehingga tidak

Rahasia Tuhan (Jelajah PB 597) Read More »

Selubung Yang Tersingkap (Jelajah PB 596)

1 Korintus 2:6 Jika kita ingin hidup kita berkenan di hadapan Tuhan, maka Alkitab adalah petunjuk utama, bukan filsafat manusia. Filsafat bisa dipakai, tetapi perlu hati-hati, supaya tidak bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Alkitab. Tuhan memberikan akal budi kepada kita supaya kita bisa mempelajari Alkitab dengan baik. Dari Alkitab tersebut, kita bisa menarik kesimpulan

Selubung Yang Tersingkap (Jelajah PB 596) Read More »

Injil Kontekstual (Jelajah PB 595)

1 Korintus 2:1-5 Dalam satu jemaat lokal, tidak boleh ada perbedaan pandangan, terutama mengenai pengajaran yang berkaitan tentang firman Tuhan. Karena jika ada perbedaan, maka tidak akan bisa sehati sepikir lagi. Tetapi jika beda jemaat lokal, akan ada kemungkinan besar bisa berbeda pandangan. Dengan perbedaan pandangan itu, setiap jemaat bisa saling bersaksi, supaya bisa mengetahui

Injil Kontekstual (Jelajah PB 595) Read More »

Scroll to Top