Injil

Jelajah PB 184 (Lukas 3:21-38)

Ketika seluruh orang banyak itu dibaptis, maka Yesus pun dibaptis. Mungkin ada yang bertanya, mengapa Yesus dibaptis? Bukankah Yesus tidak berdosa? Memang benar, baptisan tidak untuk menghapus dosa. Karena itu Yesus memberi diri dibaptis, sekalipun Dia tidak berdosa. Baptisan adalah pernyataan sudah bertobat dan sudah dibenarkan oleh Tuhan. Karena itu, orang yang dibaptis seharusnya adalah […]

Jelajah PB 184 (Lukas 3:21-38) Read More »

Jelajah PB 183 (Lukas 3:15-20)

Banyak orang pada waktu itu mengira bahwa Yohanes Pembaptis adalah sang Mesias. Tetapi Yohanes Pembaptis tidak mau mencuri kemuliaan Sang Juruselamat. Dia tidak meninggikan dirinya, tetapi justru merendahkan dirinya serendah mungkin. Yohanes Pembaptis memperkenalkan Tuhan Yesus. Dia juga berkata bahwa membuka tali kasut Yesus saja dia tidak layak. Yohanes mengatakan bahwa akan ada yang lebih

Jelajah PB 183 (Lukas 3:15-20) Read More »

Jelajah PB 182 (Lukas 3:10-14)

Mendengar apa yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis tersebut, orang-orang kemudian bertanya, apa yang seharusnya mereka perbuat. Yohanes Pembaptis menjawab supaya mereka penuh dengan belas kasihan. Tuhan menginginkan ada tindakan dari iman. Jika mereka sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah Mesias pada waktu itu, berarti mereka juga tahu bahwa kerajaan Daud akan segera berdiri. Mereka seharusnya juga

Jelajah PB 182 (Lukas 3:10-14) Read More »

Jelajah PB 181 (Lukas 3:7-9)

Jika orang-orang Yahudi menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Mesias) mereka, maka kemungkinan besar Yesus akan disalib oleh pemerintah Romawi karena dianggap atau dihitung sebagai pemberontak, karena bangsa Yahudi akan menghormati Yesus sebagai Raja mereka. Tetapi yang terjadi sebaliknya, orang-orang Yahudi menolak Yesus Kristus. Bukan hanya itu, justru mereka sendiri yang menyalibkan Yesus, bukan pemerintah

Jelajah PB 181 (Lukas 3:7-9) Read More »

Jelajah PB 180 (Lukas 3:1-6)

Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus dilahirkan pada masa pemerintahan Kaisar Agustus. Setelah sekitar tiga puluh tahun berlalu, saat Yohanes mulai menampakkan diri, saat itu adalah tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius. Pada waktu itu Pontius Pilatus menjadi wali negeri di Yudea dan Herodes menjadi raja di wilayah Galilea. Ini adalah cara orang pada zaman

Jelajah PB 180 (Lukas 3:1-6) Read More »

Scroll to Top