Imamat 25:23-55
Sebenarnya ada beberapa arti dari Yobel. Selain kebebasan, Yobel bisa juga berarti tanduk domba jantan, yang biasa digunakan untuk pembuatan sangkakala. Di dalam Keluaran 19:13 dikatakan, “Tangan seorang pun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu.” Kata “sangkakala” berasal dari kata Yobel.
Ada kalanya orang Israel mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin, setelah baru saja tahun Yobel berlalu. Orang seperti ini belum tentu memiliki umur panjang untuk mendapatkan kembali tanahnya di tahun Yobel berikutnya. Untuk hal ini, Tuhan memberikan aturan lain. Tuhan memberikan kesempatan saudaranya atau kerabatnya yang lain untuk menebus tanah itu, jika mampu. Yang memiliki kesempatan untuk menebus tanah itu adalah kerabat terdekat. Jika tidak ada yang membantu menebus tanah itu, maka orang tersebut bisa bekerja keras untuk menebus tanah itu.
Mengenai rumah, bisa dibeli secara permanen, kecuali rumah orang Lewi. Orang Lewi tidak memiliki tanah pusaka untuk dibagi-bagi. Orang Lewi pada waktu itu bergantung pada persepuluhan dari sebelas suku Israel yang lain.Rumah yang dimaksudkan adalah rumah yang terletak di perkotaan dan memiliki pagar tembok. Hak untuk menebus rumah itu hanya dibatasi satu tahun. Jika selama satu tahun tidak ditebus, maka rumah itu mutlak menjadi milik si pembeli turun temurun dan tidak bebas pada waktu tahun Yobel.
Tahun Yobel juga berguna untuk melindungi orang-orang miskin yang ada di Israel. Ada kalanya orang-orang Israel masuk dalam situasi yang buruk dan akhirnya jatuh miskin. Tuhan menginginkan orang Israel untuk saling berbuat baik satu dengan yang lain. Jika ada di antara mereka yang jatuh miskin, mereka harus menolongnya. Orang Israel tidak boleh mengambil keuntungan dari kondisi saudaranya yang miskin itu. Jangan sampai mereka memeras orang miskin, sehingga makin bangkrut dan mengalami kondisi yang semakin parah.
Pada waktu itu, perbudakan masih diizinkan. Ada banyak orang yang jatuh miskin karena kesalahannya sendiri. Tidak ada sistem ganti rugi yang jelas, sehingga perbudakan masih dianggap sebagai solusi untuk membayar kesalahan orang tersebut. Tetapi, ketika kekristenan mulai berkembang dan melakukan hukum kasih, maka hari ini perbudakan itu hilang dengan sendirinya. Selain itu, ada banyak sekali perjuangan-perjuangan yang dilakukan, demi mendapatkan kebebasan secara individual.
Tahun Yobel menggambarkan tentang keselamatan yang sudah kita dapatkan. Pada waktu sangkakala berbunyi, maka kita dinyatakan sebagai orang yang diselamatkan. Itulah hari pembebasan kita. Kita tidak lagi menjadi hamba dosa, tetapi menjadi hamba Tuhan, yang tunduk dan patuh kepada Tuhan.
Views: 25