Imamat 26:7-16
Janji berkat yang akan diberikan oleh Tuhan adalah janji kemenangan. Orang Israel tidak akan terkalahkan, karena Tuhan berpihak atas mereka ketika mereka mau mengikuti perintah dan ketetapan Tuhan. Janji ini telah dipenuhi oleh Tuhan di dalam Yosua 23:10 dikatakan, “Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.” Di masa-masa ketika bangsa Israel mau menaati Tuhan, maka mereka menjadi bangsa yang tidak terkalahkan.
Sebenarnya, yang paling penting adalah berkat rohani ketika mereka mau taat kepada peraturan dan ketetapan Tuhan. Di ayat 12 dikatakan bahwa Tuhan akan hadir di tengah-tengah mereka dan Ia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat kepunyaan Tuhan. Ini merupakan berkat yang tidak bisa diukur dengan angka. Mereka mengalami kedekatan dengan Tuhan, yang hanya bisa dirasakan oleh mereka dan orang-orang yang mau dekat dengan Tuhan.
Bahkan dikatakan bahwa hati Tuhan tidak akan muak melihat mereka (ayat 11). Artinya, Tuhan bisa merasa muak, terutama terhadap dosa, kejahatan dan pelanggaran firman-Nya. Tuhan menekankan kembali bahwa Dia yang telah membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, supaya mereka tidak menjadi budak di Mesir. Tuhan telah mematahkan kuk dan membuat bangsa Israel berjalan tegak. Tuhan juga telah membebaskan kita dari kuk dan belenggu dosa. Kita seharusnya tidak lagi diperbudak oleh dosa.
Selanjutnya kita akan melihat tentang kehendak bebas yang telah diberikan oleh manusia. Tuhan sudah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa Tuhan. Tuhan juga memiliki kehendak bebas yang serupa dengan yang diberikan kepada manusia. Manusia tidak ditetapkan untuk melakukan kehendak tertentu yang membelenggu kehendak bebas mereka. Karena itu, berdasarkan kehendak bebas itu, manusia bisa memilih dengan bebas. Di dalam setiap jalan kehidupan manusia, Tuhan memberikan pilihan-pilihan.
Jika manusia mengikuti perintah dan ketetapan Tuhan, maka Tuhan akan memberi berkat. Tetapi jika manusia menolak ketetapan dan peraturan Tuhan, maka Tuhan pun akan memberikan kutuk. Jika orang Israel mulai menyimpang, maka Tuhan akan mendatangkan hal-hal negatif dengan level tertentu, seperti: mendatangkan kekejutan, batuk kering serta demam, mata rusak dan jiwa merana, sia-sia menabur benih karena hasilnya akan dimakan oleh musuh. Jika tubuh mengalami lemah dan sakit, maka manusia tidak akan bisa berbuat banyak.
Di level ini, sebenarnya Tuhan masih mendatangkan penyakit yang ringan. Selain itu, kutuk akan menyerang kehidupan ekonomi mereka. Mereka bekerja keras untuk menabur benih dan menanam, tetapi mereka tidak bisa menikmati hasilnya. Hal-hal seperti ini terjadi di masa Perjanjian Lama. Di masa sekarang, ukuran berkat Tuhan tidak bisa dilihat dari sehat atau sakit, kaya atau miskin. Pada saat ini, semua itu tidak bisa dijadikan sebagai ukuran berkat. Para rasul mengalami penganiayaan dan kemiskinan, bukan karena mereka tidak melakukan kehendak Tuhan.
Views: 18