Imamat 26:1-4
Di pasal ini, Tuhan memberikan janji berkat kepada orang-orang yang mau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan janji kutuk bagi mereka yang menentang Tuhan. Tuhan memberikan janji berkat terlebih dulu, karena Tuhan menginginkan semua ini, yaitu supaya setiap orang memperoleh berkat. Ketika Tuhan memberikan janji ini, Tuhan tidak bermaksud supaya kita memilih yang jahat dan mendapatkan hukuman. Tuhan tidak senang dengan pilihan orang untuk berbuat dosa. Tuhan tidak berkenan dengan kematian orang berdosa. Tuhan berkenan kepada orang yang mau bertobat dan berbalik kepada Tuhan.
Karena itulah, maka Tuhan memberikan pilihan yang pertama terlebih dulu, yaitu pilihan berkat. Janji berkat ini akan digenapi ketika orang mau hidup menurut ketetapan Tuhan dan tetap berpegang pada perintah Tuhan serta melakukannya. Ketetapan Tuhan itu dijelaskan kembali di ayat 1 dan 2, yaitu: tidak membuat berhala atau patung atau tugu berhala; tidak sujud menyembah kepada berhala; memelihara hari-hari Sabat dan menghormati tempat kudus Tuhan.
Ketiga perintah atau ketetapan ini sudah mewakili semua perintah yang lain. Ketika dalam hubungan dengan Tuhan, semuanya itu dilakukan, maka perintah-perintah yang lain akan lebih mudah dilakukan. Orang yang hanya taat kepada Tuhan, ia akan menghargai orang lain. Ia tidak akan berbuat jahat kepada orang lain. Pengajaran dan keyakinan seseorang akan mempengaruhi kehidupan mereka dan interaksi mereka dengan sesamanya. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan, akan memiliki standar moral yang tidak menentu serta mudah digoyahkan.
Memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan merupakan kunci kehidupan. Ketika meyakini Tuhan sebagai penguasa tertinggi dari kehidupannya, maka orang tersebut tidak akan mudah digoyahkan. Semua perintah Tuhan akan menjadi kesukaannya. Ketika manusia diciptakan dengan kehendak bebas, maka manusia juga memiliki tanggungjawab. Tanggungjawab itu dijelaskan di ayat 3, yaitu menuruti ketetapan Tuhan dan berpegang pada perintah Tuhan.
Kehendak bebas membuat manusia bisa menentukan pilihannya sendiri. Karena itu, di pasal ini ada kata “jika” yang menjadi gambaran bagi manusia untuk memilih dengan segala konsekuensi dan tanggungjawabnya. Jika umat melakukan ini dan itu, “maka” ia akan mendapatkan ini dan itu. Jika umat hidup menurut ketetapan Tuhan dan berpegang pada perintah Tuhan serta melakukannya, maka Tuhan akan memberikan hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohon di ladang akan memberi buah.
Tuhan akan memberkati orang-orang yang taat kepada-Nya. Tetapi berkat itu jangan sampai menjadi tujuan utama. Tujuan kita untuk taat kepada-Nya adalah supaya kita berkenan kepada-Nya dan menyenangkan hati-Nya. Berkat itu diberikan bukan atas keinginan kita, tetapi atas ketetapan Tuhan dan tentu juga sesuai dengan waktu Tuhan. Yang paling penting justru berkat-berkat non-materi, bukan berkat-berkat materi yang berupa kekayaan, yang bisa mengakibatkan manusia menjadi sombong.
Views: 20