Inflasi (Jelajah PL 455)

Imamat 25:9-23

Pada tahun Yobel, orang Israel harus mengumumkan kebebasan. Di ayat 9 dijelaskan bahwa tahun Yobel dimulai pada bulan ketujuh tanggal sepuluh, bertepatan dengan hari raya Pendamaian. Mereka memperdengarkan bunyi sangkakala di seluruh negeri, menandakan bahwa mereka masuk ke tahun lima puluh, yaitu tahun Yobel. Semua hal yang berkaitan dengan tanah dan perhambaan (budak), diperbaharui ulang.

Ketika sangkakala berbunyi, maka itu adalah tanda kebebasan bagi para budak dan bagi orang yang sudah pernah menjual tanahnya. Semuanya, baik tanah yang sudah dijual maupun orang yang sudah menjual dirinya sebagai budak, dikembalikan pada posisi semula. Sebenarnya orang Israel tidak diperbolehkan untuk menjual tanah. Ketika dikatakan mereka menjual tanah, sebenarnya sama saja dengan menyewakan tanah itu dan menjual hasil tanahnya. Tanah itu statusnya adalah milik Tuhan.

Jika seseorang ingin membeli tanah, maka mereka perlu memperhitungkan jangka waktu sampai ke tahun Yobel. Jika jangka waktu sampai ke tahun Yobel masih empat puluh tahun, tanah itu akan berharga sangat mahal. Jika tanah itu dibeli tiga tahun atau kurang sampai kepada tahun Yobel, maka harganya bisa murah. Orang Israel yang taat, pada saat tahun Yobel, harus mengembalikan semua tanah yang sudah dibeli dari saudaranya.

Tuhan mengatur semuanya ini sebagai jaring pengaman sosial bagi orang Israel. Di dalamnya ada gambaran secara rohani, bahwa semua tanah yang ada di muka bumi ini sebenarnya bukan milik manusia, tetapi milik Tuhan. Hal ini dicatat di ayat 23, “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.” Tuhan sudah membagi tanah Kanaan sesuai dengan suku masing-masing. Jika terjadi jual beli tanah, maka di tahun Yobel, tanah itu akan kembali kepada pemilik semula.

Setiap tahun Yobel, orang Israel yang bangkrut atau jatuh miskin, memiliki kesempatan baru untuk memulai kehidupannya kembali. Sedangkan orang-orang yang kaya pun tidak mengalami kerugian, karena mereka juga sudah memperhitungkan dan mempertimbangkan keuntungan sebelum tahun Yobel. Ini adalah sistem jaring pengaman sosial yang sangat baik. Memang jaring pengaman sosial ini tidak bisa diterapkan di zaman ini. Sistem ini hanya bisa dilaksanakan di kondisi khusus di tanah Kanaan, pada waktu itu.

Sistem ini juga bisa menghentikan inflasi yang bisa terjadi setiap tahun. Inflasi terjadi, salah satu yang menjadi faktor adalah persoalan tanah. Ketika tanah bisa dijual secara mutlak, maka inflasi akan terjadi. Manusia akan semakin bertambah dan ruang gerak menjadi semakin sempit. Semua orang membutuhkan tanah, tetapi harganya semakin mahal. Orang-orang yang memiliki modal banyak, bisa mempermainkan harga tanah dan bangunan.

Di Kanaan pada waktu itu, inflasi bisa dikendalikan dan tanah tidak bisa dijual mutlak. Pada akhirnya, tanah itu akan kembali kepada pemiliknya. Selain tanah, perhambaan juga akan dibebaskan pada tahun Yobel. Di ayat 10 sudah dijelaskan bahwa akan ada pemakluman kebebasan di negeri itu.

Views: 31

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top