Imamat 23:14-22
Selanjutnya masuk pada hari raya keempat, yaitu hari raya Pentakosta. Hari Pentakosta ini dirayakan lima puluh hari (genap tujuh minggu) setelah hari Sabat, hari penuaian pertama. Hari raya keempat ini mirip dengan hari raya ketiga. Bedanya, di hari raya ketiga mereka mempersembahkan tuaian mereka yang pertama, yaitu tuaian di musim semi di bulan pertama. Sedangkan di hari raya keempat ini mereka mempersembahkan tuaian musim panas mereka.
Di dalam Keluaran 23:16-17 dikatakan, “Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang. Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN.” Inilah tiga hari raya yang harus dihadiri oleh para laki-laki, yaitu hari raya Paskah dan Roti Tidak Beragi, hari kelima puluh atau tujuh kali tujuh minggu yang dalam bahasa Yunani disebut Pentakosta (hari kelima puluh), dan hari raya Pondok Daun.
Sama seperti hari raya ketiga, pada hari raya keempat ini para imam mengunjukkan kepada Tuhan berkas mereka. Orang Israel selalu diajar oleh Tuhan untuk mengaitkan berkat jasmani dengan berkat rohani. Mereka juga selalu diajar untuk mengembalikan kepada Tuhan, hasil pertama mereka. Bahkan orang Israel diharuskan untuk memberi persembahan kepada Tuhan sebelum mereka menikmati hasil tuaian mereka (ayat 14).
Dengan penjelasan ini, kita disadarkan bahwa semua yang ada pada kita sejatinya adalah berkat Tuhan. Orang Israel diajar oleh Tuhan untuk mengembalikan berkat-berkat Tuhan itu. Demikian juga kita yang saat ini hidup di zaman ibadah hakikat. Seharusnya kita mengembalikan lebih daripada yang pernah dikembalikan oleh orang-orang di Perjanjian Lama. Orang-orang yang tidak mau mengembalikan berkatnya kepada Tuhan adalah orang-orang yang egois.
Hari raya keempat atau yang sering disebut sebagai hari Pentakosta ini menggambarkan tentang berdirinya jemaat atau gereja. Pada hari itu, gereja diperkenalkan kepada dunia. Gereja menuai hasil yang pertama setelah Roh Kudus turun. Jemaat Yerusalem didirikan dan Petrus pertama kali berkhotbah di hadapan tiga ribu orang percaya yang ditambahkan. Tuaian pertama ini dipersembahkan kepada Tuhan.
Persembahan yang diberikan di hari raya keempat ini adalah satu-satunya persembahan yang mengandung ragi (ayat 17). Gereja pada masa ini memang bisa saja terdiri dari orang-orang yang tidak sempurna. Meskipun kita manusia yang tidak sempurna, Tuhan tetap menerima kita sebagai persembahan yang hidup. Kita bahkan tetap dipakai oleh Tuhan dalam kelemahan-kelemahan kita.
Sebagaimana renungan sebelumnya, meskipun kita tidak sempurna, kita tetap harus mengusahakan hidup dengan karakter yang sempurna. Ragi itu masih diterima oleh Tuhan, tetapi harus tetap disingkirkan dari hidup kita. Ragi itu berdampak negatif bagi hidup kita. Kita diterima oleh Tuhan meskipun masih bercampur ragi. Tapi dalam perjalanan hidup kita, ragi itu harus tetap dibuang dari hidup kita.
Views: 21