Imamat 4:7-21
Selain pemercikan, imam harus membubuhkan sedikit darah itu pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran ukupan. Di dalam Kemah Suci di ruang kudus, ada beberapa perkakas dan salah satunya adalah mezbah pembakaran ukupan. Mezbah ukupan ini letaknya persis di depan tabir. Mezbah ukupan menggambarkan doa. Doa kita hanya bisa dilakukan berdasarkan darah Yesus Kristus. Kita bisa berdoa kepada Tuhan karena kita telah menjadi anak-Nya. Kita memiliki jalan untuk berdoa, karena kita telah dikuduskan, dosa-dosa kita juga sudah ditutupi oleh Yesus Kristus.
Sisa darah itu dicurahkan di bawah mezbah korban bakaran. Di dalam Wahyu 6:9 dikatakan, “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.” Yohanes mendapat penglihatan bahwa ternyata di Surga ada mezbah bakaran. Di bawah mezbah itu, terdapat jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh karena firman Tuhan.
Lemak dari korban penghapus dosa itu dikeluarkan dan dibakar di atas mezbah korban bakaran. Lemak menjadi bagian yang terbaik dari korban itu. Untuk korban penghapus dosa ini, kulit dan semua daging, kepala, betis, isi perut dan kotorannya dibawa ke luar perkemahan, ke suatu tempat yang tahir, ke tempat pembuangan abu dan semuanya itu harus dibakar sampai habis di atas kayu api di tempat pembuangan abu. Korban penghapus dosa ini harus dienyahkan atau dibuang, orang harus terpisah dari dosa.
Di dalam Ibrani 13:11-13 dikatakan, “Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.”
Yesus Kristus menderita dan disalibkan di luar kota Yerusalem, yaitu di bukit Golgota. Tuhan menjauhkan dosa sehingga perlu dibakar di luar perkemahan. Sedangkan korban-korban lain dilakukan di Kemah Suci, menjadikan persembahan yang harum di hadapan Tuhan. Korban ini menggambarkan buruknya dosa, sehingga dosa itu harus dipisahkan dari orang percaya. Lembu itu harus dibakar di luar perkemahan dan dibakar sampai habis.
Untuk korban penghapus dosa bagi umat, pada prinsipnya sama dengan korban penghapus dosa bagi para imam, yaitu mempersembahkan lembu. Satu imam perlu satu lembu. Satu umat perlu satu lembu. Satu imam perlu satu lembu karena imam membawa dampak yang besar. Karena itu Tuhan menuntut satu imam perlu satu lembu. Dampak dosa yang dilakukan oleh satu umat kemungkinan tidak terlalu besar dibandingkan dengan dampak dosa yang dilakukan oleh satu imam.
Imam adalah pemimpin rohani pada waktu itu. Jika imam berdosa, akan ada banyak orang yang ikut berdosa karena kepemimpinannya. Karena itu Paulus tidak mau menjadi batu sandungan bagi orang percaya yang lain. Karena itu para pemimpin rohani perlu sangat berhati-hati, karena sekali melakukan dosa akan berdampak sangat buruk.
Views: 30